harapanrakyat.com,- Yayasan Sahabat Silih mengadakan program dengan tema Perempuan Berdaya Pangan yang melibatkan puluhan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Cadas Ngampar, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (10/8/2026).
Sejumlah KWT yang terlibat aktif diantaranya KWT Srikandi, KWT Jambesewu, dan KWT Purbasari. Dalam kegiatan ini, puluhan anggota KWT dibekali keterampilan mengolah potensi pangan dari pekarangan rumah.
Acara tersebut menyedot perhatian berbagai pihak. Hal itu terbukti dengan hadirnya perwakilan Kementerian Pertanian, Camat Sadananya. Serta jajaran pemangku kepentingan yang fokus pada isu pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Optimalkan Pekarangan, KWT Purbasari Ciamis Panen Ubi Jalar 25 Ton per Hektare
Program Perempuan Berdaya Pangan Dukung KWT Ciamis Mandiri
Ketua Yayasan Sahabat Silih, Izzah Afada mengatakan, ketahanan pangan sejati sebenarnya bermula dari ranah domestik yang dikelola oleh perempuan.
“Perempuan itu aktor utama perubahan, bukan sekadar penonton. Memanfaatkan lahan di sekitar rumah bukan hanya menjamin gizi keluarga, tapi juga bisa menghasilkan rupiah jika dikelola dengan tepat,” katanya.
Baca Juga: Petani di Sadananya Ciamis Mulai Terapkan Sistem Pertanian Organik, Target Pulihkan Kualitas Tanah
Tidak sekadar mengobral teori, pelatihan dirancang aplikatif. Para peserta diajak turun langsung ke lapangan belajar mengenali karakteristik lahan, teknik bercocok tanam komoditas lokal. Hingga pemahaman mendalam terkait pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga.
Menariknya, program ini sudah menyiapkan jembatan pemasaran bagi hasil panen warga. Salah satu strategi yang disiapkan adalah mengaitkan hasil budidaya KWT dengan kawasan Wisata Cadas Ngampar.
Nantinya wisatawan yang datang ke Wisata Cadas Ngampar dapat menikmati sensasi petik sendiri. Atau membeli produk pertanian lokal yang sudah dikemas rapi.
Baca Juga: Pertama di Jawa Barat, Petani Ciamis Jadi Pelopor Tanam Padi Modern
“Hasil penjualan tersebut bakal diputar kembali sebagai kas kelompok guna menjamin keberlanjutan kegiatan KWT secara mandiri,” terang Izzah.
Pihaknya berharap kegiatan yang bersinergi antara warga, KWT, komunitas, dan pemerintah, termasuk Kementerian Pertanian, menjadi angin segar bagi peta ketahanan pangan di Tatar Galuh Ciamis. (Ferry/R3/HR-Online/Editor: Eva)

21 hours ago
11

















































