harapanrakyat.com,- Kejuaraan Renang Antar Sekolah dan Perguruan Tinggi se-Indonesia (KRASSI) 2026 kembali digelar di Yogyakarta. Ajang nasional ini berlangsung di Kolam Renang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kampus Wates, Kabupaten Kulonprogo, pada 28-31 Januari 2026.
KRASSI 2026 diikuti oleh 205 klub renang, 764 sekolah dan perguruan tinggi dari 18 provinsi. Total peserta mencapai 1.032 atlet, terdiri dari 623 atlet putra dan 409 atlet putri. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Federasi Akuatik Kabupaten Sleman dan menjadi salah satu agenda penting pembinaan atlet renang usia pelajar dan mahasiswa.
Baca Juga: Tak Sekadar Gedung, Mako Polres Pangandaran Hadirkan Pelayanan Cepat dan Pendekatan Humanis
Ajang KRASSI bertujuan meningkatkan kemampuan dan motivasi atlet, sekaligus menjadi wadah silaturahmi serta kolaborasi antar sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Pangandaran Turunkan Satu Atlet ke KRASSI 2026 di Yogyakarta
Dari Kabupaten Pangandaran, tahun ini hanya satu atlet yang dikirimkan, yakni Mahyra Kynar Abinaya, siswi kelas VI SDIT An Naha, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang. Mahyra tercatat sebagai atlet dari Sentul Swimming Club Cilacap.
Orang tua Mahyra, Jul, mengaku bangga putrinya dapat berpartisipasi dalam kejuaraan renang berskala nasional tersebut.
“Saya bangga anak saya bisa ikut dalam event sebesar ini. Semoga menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya,” ujar Jul, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Hadir di Pangandaran, Parto Patrio Puji Bakat Penembak Cilik di Air Rifle Shooting Championship 2026
Namun, Jul juga menyoroti minimnya informasi dan mekanisme perekrutan atlet renang di Kabupaten Pangandaran. Ia berharap ke depan ada seleksi terbuka dalam pengiriman atlet untuk ajang kejuaraan resmi, baik antar kabupaten maupun antar provinsi.
“Setahu saya, kalau ada event besar, informasinya sangat minim. Padahal semua warga Kabupaten Pangandaran berhak menjadi peserta jika memang yang terbaik setelah melalui seleksi,” katanya.
Menurutnya, seleksi terbuka sangat penting agar atlet yang dikirim benar-benar yang terbaik dan mampu bersaing dengan daerah lain, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Pangandaran.
“Harus fair, terbuka, dan ada seleksi. Dengan begitu, Pangandaran bisa bersaing di event-event besar,” tegasnya.
Informasi terkait Olahraga di Pangandaran Harus Terbuka
Hal senada disampaikan Anton Rahanto, tokoh pemuda Kabupaten Pangandaran sekaligus Ketua Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran. Ia menilai informasi terkait olahraga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif.
“Semua yang berkaitan dengan olahraga informasinya harus terbuka dan sampai ke masyarakat. Jangan ada diskriminasi, supaya bisa menghasilkan atlet yang berprestasi,” ujarnya.
Anton juga berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pangandaran, di bawah kepemimpinan ketua yang baru, dapat melakukan pembenahan dalam sistem pembinaan dan seleksi atlet.
Baca Juga: Kasus Curanmor di Pangandaran Mendominasi Sepanjang Tahun 2025
“Apapun cabang olahraganya, saya berharap KONI Pangandaran melakukan seleksi menyeluruh dan transparan. Dengan begitu, atlet yang dikirim benar-benar siap bersaing dan bisa mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

3 hours ago
4

















































