harapanrakyat.com,- Persib Bandung menutup putaran pertama Super League Indonesia 2025/2026 dengan dua catatan impresif. Persib bukan hanya keluar sebagai juara paruh musim, tetapi juga tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di kompetisi.
Hingga pekan ke-17, Persib mengoleksi 38 poin dan hanya kebobolan 11 gol. Catatan tersebut menjadikan lini belakang Persib sebagai yang paling solid di liga, dengan Teja Paku Alam tampil konsisten mengawal gawang.
Ketangguhan pertahanan Persib juga tercermin dari rekor kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sepanjang putaran pertama, Persib hanya kebobolan satu gol di kandang, yakni saat menaklukkan Borneo FC dengan skor 3-1. GBLA pun kembali menjadi stadion yang sulit ditaklukkan bagi tim tamu.
Baca Juga: Gelandang Serang Persib Bandung Diam-diam Mengisi Amunisi Jelang Laga Besar
Rasio clean sheet yang stabil membuat Persib kerap mampu menjaga keunggulan dan mengamankan poin penuh. Namun, meski puas dengan kekokohan lini belakang, pelatih Bojan Hodak menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, khususnya di sektor serang.
Evaluasi Daya Serang Jadi Fokus Persib yang Jadi Tim Paling Sedikit Kebobolan
Bojan Hodak menyoroti efektivitas lini depan yang dinilai belum maksimal. Salah satu catatan krusial adalah kegagalan Persib mengeksekusi lima tendangan penalti sepanjang putaran pertama. Situasi tersebut dianggap sebagai pemborosan peluang dan poin.
Selain itu, penyelesaian akhir juga menjadi perhatian. Persib kerap menciptakan peluang, tetapi gagal memaksimalkannya menjadi gol tambahan. Kondisi ini membuat tim beberapa kali harus bertahan hingga menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Persib Bandung Sambut Hangat John Herdman, Harapkan Perkembangan Positif Sepak Bola Indonesia
Produktivitas gol yang belum optimal juga berdampak pada kemampuan Persib mengunci kemenangan lebih cepat. Hodak menilai, jika lini depan mampu lebih klinis, tekanan terhadap lini belakang bisa berkurang.
Meski demikian, Hodak tetap berpegang pada filosofinya bahwa pertahanan adalah fondasi utama menuju gelar juara. Dengan modal pertahanan terbaik liga dan tiket babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), fokus Persib kini adalah menyelaraskan solidnya lini belakang dengan ketajaman serangan.
Baca Juga: Persib Bandung Bidik Gelar Juara Beruntun Ketiga Kalinya, Ini Kata Kakang Rudianto
Putaran kedua pun menjadi ujian bagi Bojan Hodak untuk menyempurnakan keseimbangan permainan Maung Bandung demi menjaga peluang juara tetap terbuka. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

1 week ago
27

















































