harapanrakyat.com,- Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra mengapresiasi geliat sektor pertanian yang mulai digerakkan generasi muda. Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri panen cabai bersama petani milenial di RT 02 RW 04, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026).
Diky menilai keterlibatan anak muda dalam pertanian menjadi harapan baru bagi penguatan ekonomi lokal. Menurut dia, budidaya cabai merah yang dikelola secara kreatif terbukti memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita punya harapan besar dari anak-anak muda luar biasa yang memilih menjadi petani milenial. Penghasilan dari penanaman cabai merah ini sangat luar biasa,” ujar Diky.
Diky menegaskan, pengembangan ekonomi wilayah harus sejalan dengan potensi lokal yang dipadukan dengan ide-ide kreatif. Oleh karena itu, Diky menilai peran penyuluh pertanian dinilai krusial untuk membuka ruang inovasi bagi generasi muda.
“Kata kuncinya anak muda dan kreativitas. Penyuluh pertanian harus memberi ruang kreatif bagi anak-anak milenial dalam bertani,” tegasnya.
Kreativitas Petani Milenial Tasikmalaya Bikin Diky Chandra Takjub
Ia mengaku takjub melihat kolaborasi semangat muda dan kreativitas yang tumbuh di lapangan. Menurut Diky, fenomena ini menunjukkan sektor pertanian bisa tampil lebih modern dan menjanjikan.
Baca Juga: DKM Masjid Agung Tasikmalaya Bagikan Hampir 13 Ton Beras Gratis untuk Ribuan Warga
Untuk menjaga keberlanjutan program, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen mencari peluang pengembangan di Bungursari dan kecamatan lain. Dukungan akan diupayakan melalui pendanaan pemerintah maupun kerjasama dengan sektor nonpemerintah.
Selain cabai, Diky juga menyoroti peluang integrasi pertanian dengan sektor lain, seperti perikanan air tawar. Ia berharap kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan pasokan langsung dari petani lokal.
“Perputaran ekonomi harus terhubung antara pertanian dan usaha lainnya. Dengan begitu, manfaat program MBG seperti pengadaan telur, cabai, tomat, hingga lele bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” katanya.
Menyikapi masih terbatasnya pasokan cabai di pasar, Diky mendorong perluasan program penanaman cabai dan tomat (Camat). Meski pola tanam saat ini masih konvensional, ia optimistis produktivitas akan meningkat dengan pendampingan penyuluh yang lebih aktif.
“Pasokan cabai masih kurang. Program Camat harus dikembangkan. Ke depan, komoditas lain seperti buncis dan tauge juga mulai kita pertimbangkan,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

13 hours ago
9

















































