harapanrakyat.com,- Proses pembersihan material longsor yang menutup jalan kabupaten di Blok Baru, Dusun Sudiplak, Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kembali dilakukan oleh petugas gabungan pada Sabtu (24/1/2026) pagi.
Longsor yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) malam tersebut, sempat menutup akses utama penghubung Sumedang Kota melalui Bojong menuju Tanjungkerta. Hingga saat ini, jalur tersebut baru dapat dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat masih belum diizinkan melintas demi keselamatan.
Baca Juga: Longsor Tutup Akses Jalan Kabupaten di Tanjungkerta Sumedang, Penanganan Dilanjutkan Besok
Untuk sementara, arus kendaraan roda empat dialihkan ke jalur alternatif. Pengendara dari arah Sumedang diarahkan melalui kawasan Guntur Mekar-Gembong, sedangkan kendaraan dari arah Sukamantri dialihkan menuju Cimalaka.
Sambil menunggu kedatangan alat berat, proses evakuasi dilakukan secara manual oleh petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Forkopimcam Tanjungkerta, Jabursilam, Karang Taruna, organisasi kepemudaan, serta warga setempat dengan menggunakan peralatan seadanya.
Camat Tanjungkerta, Indra Wahyudinata mengatakan, longsor di wilayah Kecamatan Tanjungkerta memiliki dampak cukup luas. Selain menutup badan jalan di Blok Baru Dusun Sudiplak, longsor juga terjadi di Dusun Pangaroan, Desa Cipanas yang menyebabkan robohnya tembok penahan tanah (TPT).
“Untuk saat ini, jalan baru bisa dilalui kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat masih kami tutup sementara dan dialihkan ke jalur lain. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi terbaru sebelum melintasi jalur Sudiplak-Babakan Caringin,” kata Indra.
Baca Juga: Diduga Dampak Retakan Pasca Gempa Sumedang, Dapur dan Kamar Mandi Rumah Warga di Hegarmanah Ambruk
Ia menambahkan, proses evakuasi sangat bergantung pada kondisi cuaca. Apabila hujan kembali turun, kegiatan pembersihan akan dihentikan sementara demi keselamatan petugas.
“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumedang untuk mendatangkan alat berat, guna mempercepat pengangkutan material longsoran,” ucapnya.
Longsor Jalan Kabupaten di Sumedang Terjadi Dua Kali
Sementara itu Kapolsek Tanjungkerta, AKP Budiman menjelaskan, longsor terjadi dua kali pada Jumat malam, yakni sekitar pukul 18.30 WIB dan longsoran susulan pada pukul 19.30 WIB. Material tanah menutup sebagian badan jalan dengan ketinggian tebing longsor mencapai sekitar 5 hingga 6 meter.
“Saat cuaca buruk, jalur kami tutup total untuk menghindari risiko. Evakuasi dilakukan saat kondisi memungkinkan agar keselamatan petugas tetap terjaga,” kata Budiman.
Baca Juga: Cuaca Buruk Bikin Petani Cabai di Sumedang Merugi
Hingga Pukul 10.00 pagi, arus lalu lintas baru bisa dilintasi kendaraan roda dua, meski harus ekstra hat-hati. Sementara kendaraan roda empat masih dialihkan ke arah Gunturmekar-Gembong, sedangkan kendaraan dari arah sebaliknya Sukamantri dialihkan menuju Cimalaka. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 days ago
17

















































