harapanrakyat.com,- Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat berkeinginan nilai patriotisme dan nasionalisme bisa masuk kurikulum pembelajaran, atau setidaknya dalam muatan lokal di jenjang sekolah. Hal itu untuk mengantisipasi disrupsi digital bagi pelajar.
Ketua Markas Daerah (Mada) PPM Jabar, MQ Iswara mengatakan, bulan pahlawan seharusnya menjadi momentum bagi generasi muda untuk melanjutkan perjuangan dari para pendahulu. Baik yang terhimpun dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), maupun tidak.
Sebab, pihaknya merasa prihatin karena nilai luhur yang orang tua, para pejuang kemerdekaan, dan veteran tanamkan dahulu, kini semakin pudar dan menurun. “Menurut kami, nilai nasionalisme, patriotisme, hingga semangat angkatan 45 kian menurun,” kata Iswara di Kota Bandung, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: Sumedang Luncurkan Duta Bela Negara 2025, Cetak Generasi Tangguh Hadapi Tantangan Zaman
PPM Jawa Barat Soroti Dua Pembelajaran Ini Tak Masuk Kurikulum Sekolah
Selain itu, lanjutnya, pendidikan moral Pancasila dan sejarah perjuangan bangsa kini sudah tidak ada dalam kurikulum pembelajaran di sekolah. Atas dasar itulah, pihaknya ingin nilai patriotisme dan nasionalisme masuk dalam kurikulum pembelajaran. Apabila tidak memungkinkan masuk dalam kurikulum pembelajaran, bisa masuk dalam muatan lokal.
“Kalau masuk kembali ke kurikulum, bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme pada generasi muda sekarang. Setidaknya, bisa masuk muatan lokal di Jawa Barat, karena kebijakan membolehkan,” ujarnya.
Iswara menyebut, nilai patriotisme dan nasionalisme dalam kurikulum sekolah atau muatan lokal begitu penting bagi generasi muda. Mengingat, perang yang terjadi saat ini tidak lagi menggunakan senjata seperti dahulu, melainkan melalui narasi dan opini di tengah arus informasi yang begitu deras.
“Ini penting di tengah disrupsi informasi dan digital. Kalau tidak, anak usia dini kita bisa tergerus arus informasi yang begitu deras. Perang sekarang kan lewat opini yang bisa mengubah pola pikir. Bukan pakai senjata lagi. Jadi harus ada keberimbangan,” kata MQ Iswara, Mada PPM Jawa Barat.
LVRI Bantu Pemerintah
Sementara itu, perwakilan LVRI Jawa Barat, Sukiswo Ali menambahkan, tugas para veteran saat ini membantu pemerintah melalui pengalaman dan pemikiran, bukan lagi melalui fisik.
Dengan begitu, pihaknya berharap generasi muda Indonesia bisa mengimplementasikan pengalaman dan pemikiran dari para veteran. Meskipun harus mereka sesuaikan dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Gratis! Pemprov Jabar Bakal Sekolahkan Seribu Lulusan SMP ke SMK Industri
“Kami ini veteran tetap membantu pemerintah, tapi tidak melalui fisik lagi. Kami menyumbangkan pemikiran dan pengalaman. Dan kami berharap generasi muda bisa menerima yang kami sampaikan,” kata Sukiswo.
Dalam kesempatan tersebut, PPM Jawa Barat membagikan 500 paket bantuan kepada para veteran sebagai bentuk bakti sosial. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 day ago
8

















































