harapanrakyat.com,- Komisi II DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, menyebut produk UMKM yang terpasang di Galeri Sukma Kenanga di Komplek Perkantoran Purwaharja masih minim. Saat ini baru mengakomodir sebagian kecil produk UMKM. Pasalnya, koleksi produk yang ada dinilai masih sangat terbatas dan belum merepresentasikan puluhan ribu pelaku usaha di Kota Banjar.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Banjar, Budi Kusumono, usai kunjungan kerja ke Mitra Komisi yaitu Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kota Banjar, Selasa (27/1/2026).
Kusumono mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberadaan Galeri Sukma Kenanga yang sudah mulai beroperasi. Keberadaannya membantu mengenalkan produk para pelaku UMKM.
Baca Juga: Pelatihan Kurasi Produk, UMKM Kota Banjar Didorong Tembus Pasar Modern
Namun begitu, produk UMKM yang terpasang di Galeri menurutnya belum maksimal. Baru meng-cover sebagian kecil produk milik para pelaku UMKM yang secara jumlah mencapai 33 ribu pelaku UMKM.
Hal itu perlu ditambah dengan memaksimalkan ruang yang ada di galeri dan memberikan dukungan pemasaran ke minimarket.
“Sudah berjalan bagus cuma kalau kita lihat secara presentase UMKM yang ada di galeri ini baru sedikit,” kata Budi.
Baca Juga: Produk UMKM Kota Banjar Masuk Gerai Pasar Modern, Begini Kualifikasinya!
Komisi II juga menyoroti terkait penarikan retribusi pasar. Budi menyarankan agar penagihan retribusi dilakukan dengan sistem harian, bukan bulanan.
“Kami mendorong agar penarikan retribusi menggunakan sistem harian. Tujuannya supaya pedagang tidak merasa terbebani jika harus membayar sekaligus dalam jumlah besar,” tuturnya.
Kendala Sistem Konsinyasi di Galeri UMKM Sukma Kenanga
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti, mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus pendampingan dan pengembangan UMKM.
Caranya dengan memfasilitasi pelatihan pengemasan produk dan pemasaran yang sekarang ini sudah menembus pasar modern (minimarket) dan juga Galeri UMKM Sukma Kenanga.
Terkait minimnya produk di Galeri Sukma Kenanga, Neneng mengungkapkan kendala utama ada pada sistem pembayaran. Banyak pelaku UMKM yang belum bersedia menerapkan sistem konsinyasi atau pembayaran setelah barang laku terjual.
Baca Juga: Expo UMKM Dinilai Tak Sesuai Ekspektasi, DKUKMP Kota Banjar Buka Suara
“Belum banyaknya produk yang masuk karena sebagian pelaku UMKM keberatan dengan sistem konsinyasi. Itulah alasan mengapa mereka belum memasukkan produknya ke galeri maupun ke minimarket,” jelas Neneng.
Terkait sistem pembayaran retribusi pedagang menggunakan sistem harian, menurutnya hal sudah sesuai dengan ketentuan peraturan dan sistem yang sudah berjalan.
“Untuk pembayaran retribusi itu tidak bisa harian jadi harus sistem bulanan. Itu sudah menyesuaikan dengan mekanisme dan sistem yang ada,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

1 day ago
10

















































