harapanrakyat.com,- Roda ekonomi Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diprediksi akan mengalami peningkatan. Hal itu seiring mulai berjalannya produksi ayam petelur yang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mukti Rahayu kelola.
Baca Juga: Wujudkan Program Ketahanan Pangan, Bumdes Galuh Makmur Ciamis Kembangkan Peternakan Ayam Petelur
Direktur BUMDes Mukti Rahayu Kertamukti, Abdul Aziz Suwanda mengatakan, produksi telur ayam saat ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Meskipun menurutnya usaha tersebut baru berjalan sekitar satu minggu.
Ia mengungkapkan, bahwa produksi harian sudah mencapai 37 kilogram telur per hari. Adapun targetnya adalah menembus 40 kilogram dalam waktu dekat.
“Memang ini bukan telur omega, tapi sudah mendekati. Kandungan itu dipengaruhi dari pakan dan jenis pakan yang direkomendasikan oleh ahli gizi,” kata Abdul Aziz, Senin (19/1/2026).
Saat ini jumlah ayam petelur yang dikelola sebanyak 680 ekor. Sedangkan hasil produksi telur sudah mulai dipasarkan ke masyarakat dan pedagang sekitar desa. “Namun untuk harganya, saat ini tengah mengalami penurunan di kisaran Rp32 ribu per kilogram,” terangnya.
BUMDes Mukti Rahayu Gelontorkan Modal Awal Rp269 Juta untuk Produksi Ayam Petelur
Lebih lanjut Abdul Aziz menambahkan, bahwa telur produksi BUMDes Mukti Rahayu diproyeksikan masuk ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, untuk memenuhi kebutuhan MBG yang mencapai 500 kilogram telur per hari, pihaknya masih harus melakukan peningkatan produksi secara bertahap.
“Target MBG memang besar, tapi kami akan berupaya menambah produksi. Tahun ini kami merencanakan penambahan hingga 2.000 ekor ayam, dengan target produksi sekitar 200 kilo telur per hari,” tambahnya.
Baca Juga: Dongkrak PADes, BUMDes Karya Abadi Cikaso Ciamis Sukses Budidaya Puyuh Petelur
Sementara untuk pengelolaan usaha ayam petelur ini, melibatkan kelompok masyarakat Dusun Sukamanah. Namun ia mengakui ada beberapa kendala yang bisa memengaruhi produktivitas ayam. Salah satunya adalah faktor cuaca. Namun, BUMDes telah mengantisipasi hal tersebut dengan memasang waring di area kandang guna menjaga stabilitas lingkungan ternak.
Abdul Aziz menegaskan, tujuan utama dari pengembangan usaha produksi ayam petelur ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Ia mengaku terinspirasi dari keberhasilan Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, dalam mengelola potensi ekonomi desa melalui BUMDes.
“Harapan utama kami adalah menambah PADes sebesar-besarnya. Kami bercermin dari Desa Purwasaba di Kabupaten Banjarnegara, yang dinahkodai Kades Hoho Alkaf. InsyaAllah kami juga bisa seperti itu,” harapnya.
Sementara untuk menjamin kualitas produksi, bibit ayam petelur didatangkan langsung dari Kabupaten Banjarnegara. Menurut Abdul Aziz, ayam dari daerah tersebut telah terbukti berkualitas baik dan dalam kondisi sehat.
“Sebagai pembeli tentu kami percaya karena kualitas ayamnya bagus. Alhamdulillah sekarang produksi sudah berjalan dan ayam dalam kondisi sehat,” ucapnya.
Baca Juga: Pakan Ayam Petelur Naik, Peternak di Bandung Barat Terancam Bangkrut
Dalam menjalankan usaha ayam petelur ini, BUMDes Mukti Rahayu menggelontorkan modal awal sebesar Rp269 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan kandang, pengadaan ayam dan pakan, penyediaan listrik, gudang, sistem perairan, serta berbagai kebutuhan penunjang lainnya.
“Modalnya memang cukup besar, sehingga pengelolaannya harus benar-benar maksimal karena tanggung jawabnya juga besar,” tegas Abdul Aziz.
Camat Cimerak Apresiasi Produksi Ayam Telur BUMDes Kertamukti
Sementara itu, Camat Cimerak, Tedi Sopyan, menyampaikan apresiasi atas langkah dan capaian BUMDes Mukti Rahayu dalam mengembangkan usaha produksi ayam petelur di Desa Kertamukti. Ia menilai, dengan pengelolaan yang baik, keberadaan usaha tersebut berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi desa secara signifikan.
“Kami melihat jika pengelolaannya seperti ini, maka roda ekonomi Desa Kertamukti diprediksi akan meningkat,” kata Tedi.
Meski masih tergolong baru, Tedi menilai hasil produksi telur yang telah dicapai menunjukkan prospek yang menjanjikan. Ia pun menyarankan agar distribusi telur diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan UMKM dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Dukung Kemandirian Peternak, Kementan Cek Bantuan Hibah Ayam Petelur ke Kelompok di Ciamis
“Kami menyarankan agar telur ini terlebih dahulu diserap oleh UMKM dan warga desa. Sehingga perputaran ekonomi benar-benar terjadi di Desa Kertamukti. Setelah itu barulah diperluas ke luar desa,” pungkasnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

16 hours ago
9

















































