Aroma kompetisi kelas dunia akan segera menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kalender FIFA Series 2026 yang rencananya berlangsung pada 23-31 Maret 2026 mendatang, kini semakin menarik perhatian publik sepak bola tanah air. Setelah kepastian kehadiran St. Kitts and Nevis, satu lagi kontestan kuat dari Benua Biru, kabarnya menjadi kandidat kuat lawan Timnas Indonesia.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Tanpa Dua Pemain Andalan
Calon lawan tersebut yaitu Bulgaria. Laporan ini pertama kali mencuat melalui media lokal Bulgaria, Fakti.bg, yang menyebutkan bahwa skuad berjuluk The Lions tersebut telah merencanakan perjalanan ke Indonesia. Meski federasi kedua negara belum memberikan rilis resmi, antusiasme sudah membumbung tinggi mengingat profil Bulgaria yang sarat sejarah di kancah Eropa.
Bulgaria memang bukan lagi kekuatan dominan seperti saat mereka menembus semifinal Piala Dunia 1994. Berdasarkan pemutakhiran ranking FIFA per Desember 2025, tim ini menempati peringkat 88 dunia (posisi ke-40 di Eropa). Namun, meremehkan mereka adalah sebuah kekeliruan.
Meski terakhir kali tampil di turnamen mayor pada Euro 2004, Bulgaria tetap memiliki DNA sepak bola Eropa yang disiplin dan mengandalkan fisik. Kehadiran mereka di Jakarta akan menjadi ujian taktis yang krusial bagi Jay Idzes dan kolega di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman.
Benang Merah Pelatih Bulgaria, Kandidat Lawan Timnas Indonesia
Hal yang mencuri perhatian dari pertemuan ini bukanlah sekadar urusan taktik, melainkan sosok di balik kemudi Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov. Bagi publik sepak bola Indonesia, nama ini memiliki ikatan emosional yang mendalam.
Juru taktik berusia 49 tahun ini bukanlah orang asing bagi sepak bola Indonesia. Dimitrov pernah membela Persipura Jayapura selama periode 2003–2005. Kemudian, melanjutkan kariernya sebagai asisten pelatih di klub yang sama pada 2006–2007.
Ia juga sempat menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia pada era kepelatihan Ivan Kolev pada 2007. Pengalamannya itu membuat Dimitrov cukup memahami atmosfer dan karakter sepak bola Tanah Air.
Baca Juga: FIFA Series 2026 di Indonesia; Bukan Menantang Finlandia, Ini Calon Lawan Timnas Garuda
Setelah meniti karier kepelatihan di Bulgaria U-21 sejak 2018, Dimitrov dipromosikan menjadi pelatih kepala tim senior pada 2025. Laga di SUGBK nanti, praktis akan menjadi momen kepulangan emosional bagi sosok yang pernah merasakan kerasnya atmosfer liga Indonesia tersebut.
Komposisi Skuad, Antara Warisan dan Regenerasi
Bulgaria yang merupakan kandidat lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 ini memang pernah dihuni pemain top dunia. Sebut saja Dimitar Berbatov, Martin Petrov, dan Stiliyan Petrov.
Meskipun era legenda pemain tersebut telah berlalu, Bulgaria tetap membawa talenta yang patut diwaspadai. Beberapa nama yang kini memperkuat tim antara lain Rosen Bozhinov yang bermain di Serie A bersama Pisa. Kiril Despodov yang menjadi kapten tim dan memperkuat klub Yunani PAOK, serta Filip Krastev yang membela Oxford United, klub milik Erick Thohir.
Dengan Bulgaria dan St. Kitts and Nevis yang sudah masuk dalam daftar, kini publik menanti satu tim tersisa untuk melengkapi kuartet turnamen ini. Rumor kuat mengarah pada perwakilan Amerika Selatan, Peru. Jika rumor ini terealisasi, maka FIFA Series 2026 akan menjadi panggung yang sempurna bagi Indonesia. keuntungannya, bisa mengukur sejauh mana level permainan mereka di hadapan tim-tim dari berbagai konfederasi.
Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Begini Konsep dan Perbedaannya dari Piala Dunia
Kandidat lainnya lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 adalah Yunani. Saat ini, negara para dewa ini menempati ranking 46 dunia. Jika Yunani dan Bulgaria jadi datang ke Jakarta, maka turnamen ini bukan sekadar laga persahabatan biasa. Melainkan momentum bagi Timnas Indonesia untuk mendongkrak peringkat FIFA, sekaligus mematangkan skema permainan di bawah filosofi baru John Herdman. (Adi/R5/HR-Online)

1 week ago
21

















































