Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Ekonomi yang Kuat akan Mengurangi Angka Demonstrasi

15 hours ago 7

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyoroti fenomena aksi unjuk rasa yang sempat memanas pada akhir Agustus hingga awal September 2025 lalu. Dalam pernyataannya di Gedung DPR RI, Purbaya menilai gelombang protes tersebut merupakan cerminan dari kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terjepit.

Menurut Menkeu, kesulitan dalam mencari lapangan kerja serta terganggunya pemenuhan kebutuhan pokok menjadi pemantik utama masyarakat turun ke jalan.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat bahwa secara alamiah, rakyat akan jauh lebih memilih untuk produktif bekerja daripada melakukan demonstrasi jika mereka memiliki harapan ekonomi yang lebih baik.

Baca Juga: Kabar Gembira! Menkeu Purbaya Tambah Anggaran THR dan Gaji ke-13 Guru ASN Daerah Rp 7,66 Triliun

“Ketika mereka punya harapan yang lebih besar dan bisa mencari pekerjaan yang lebih baik, ya lebih baik kerja daripada demo,” ujar Purbaya di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026), mengutip dari suara.com.

Purbaya Yudhi Sadewa Kritik Tuntutan 17+8 dan Fokus Masa Depan

Menkeu Purbaya juga sempat mengenang masa awal jabatannya saat menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025.

Kala itu, ia memicu kontroversi dan kritik tajam dari warganet setelah menyebut bahwa tuntutan rakyat yang dikenal sebagai aksi “17+8” hanyalah suara dari sebagian kecil masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Hindari Nasi Basi, Menkeu Purbaya Ajukan Perubahan Skema Program MBG Jadi Uang Tunai

Namun, Purbaya kini menekankan bahwa penurunan intensitas demo saat ini adalah bukti perubahan kondisi.

Ia menegaskan, tugas pemerintah saat ini, bersama Bank Indonesia (BI), adalah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Tujuannya untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Target Pertumbuhan Ekonomi 6-7 Persen

Sebagai langkah konkret, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa jika ekonomi mampu dipacu hingga angka 6 atau 7 persen, maka isu-isu sosial seperti unjuk rasa akan mereda dengan sendirinya.

Baca Juga: Rektorat Unpas Minta Mahasiswa Waspadai Penunggang Gelap Saat Aksi Demonstrasi 

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada November 2025, ia menyampaikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen untuk tahun 2026.

Strategi utama yang akan ia jalankan mencakup optimalisasi program pemerintah yang telah disetujui DPR. Sinergi antara Pemerintah dan Bank Sentral untuk memastikan stabilitas, serta penciptaan lapangan kerja secara masif agar masyarakat lebih sibuk bekerja.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah akan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi finansial mereka. Sehingga fokus masyarakat akan beralih dari demonstrasi menuju peningkatan kesejahteraan pribadi. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |