harapanrakyat.com,- Relawan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Kota Banjar, Jawa Barat, Yeni Astuti mengeluhkan tidak adanya dukungan anggaran dari Baznas untuk penanganan ODGJ yang tengah menjalani rehabilitasi.
Yeni khawatir tidak adanya dukungan anggaran tersebut akan berdampak pada penanganan. Hingga kekhawatiran maraknya ODGJ liar di jalanan yang tidak terurus.
Atas nama relawan, Yeni merasa prihatin dengan kondisi para ODGJ asal Kota Banjar yang selama ini tengah dititipkan di Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya untuk proses rehabilitasi atau pengobatan.
Baca Juga: Pria Diduga ODGJ Bawa Sajam Bikin Resah Warga Kota Banjar
Hal ini karena 10 ODGJ yang saat ini sedang ditangani di yayasan tersebut sudah tidak mendapat dukungan anggaran dari Baznas. Sementara di Banjar sendiri ODGJ jalanan masih cukup banyak.
Tak Ada Lagi Dukungan Anggaran Penanganan ODGJ dari Baznas Kota Banjar
Menurut Yeni, ketiadaan biaya operasional untuk mendukung biaya pengobatan pasien ODGJ akan berdampak langsung terhadap proses penyembuhan.
“Kami selaku relawan merasa prihatin dengan kondisi pasien ODGJ asal Banjar yang saat ini berada di Yayasan Mentari Hati. Sebanyak 10 orang yang sedang ditangani kini sudah tidak teranggarkan lagi oleh Baznas,” ungkap Yeni kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Selain di Yayasan Mentari Hati, juga terdapat tiga warga Kota Banjar pasien ODGJ yang sedang menjalani pengobatan di Yayasan Ar-Rahmaniah, Kabupaten Ciamis.
Baca Juga: Sempat Resahkan Warga, ODGJ Pembawa Sajam di Kota Banjar Kini Dirawat di RSUD
Namun, dukungan anggaran untuk penanganan ODGJ yang Baznas berikan hanya sebesar Rp 450.000 per bulan. Jumlah yang tersebut menurut Yeni masih jauh dari kata cukup untuk kebutuhan rehabilitasi.
“Kemudian ada satu ODGJ itu tidak teranggarkan sama sekali, karena tidak ada identitasnya. Kami sangat prihatin sekali atas kondisi ini,” ujarnya.
Yeni berharap Pemkot Banjar bisa membantu mencarikan solusi konkrit terkait kendala pembiayaan untuk penanganan pasien ODGJ tersebut.
Baca Juga: Gegara Ngamuk dan Ancam Warga, Relawan Evakuasi Pria ODGJ di Kota Banjar
Jika dibiarkan tanpa penanganan medis dan rehabilitasi yang layak, pihaknya khawatir jumlah ODGJ yang terlantar di fasilitas umum akan kembali meningkat dan meresahkan warga.
“Kami sangat prihatin sekali atas kondisi ini. Kami harap Pemkot Banjar, Baznas maupun pihak yang lain dapat memberikan solusi terbaik apabila ada ODGJ tanpa identitas, kemudian meresahkan. Ini harus dikemanakan,” kata Yeni. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 days ago
23

















































