Ribuan Kios Tutup di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli dan Infrastruktur Buruk

2 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Kondisi Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, kian memprihatinkan. Sekitar seribu kios dilaporkan tutup, terutama di sentra komoditas pakaian dan sandal sepatu. Sepinya pembeli, buruknya infrastruktur, hingga naiknya tarif retribusi disebut menjadi faktor utama lesunya aktivitas perdagangan.

Baca juga: Perkuat Stabilitas Daerah, Pimpinan dan Anggota DPRD Sambangi Polres Tasikmalaya

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tasik (Hipatas), Jahid, mengungkapkan bahwa penutupan kios paling banyak terjadi di Blok B2 dan A3, yang selama ini dikenal sebagai pusat penjualan pakaian dan alas kaki. “Memang kondisi sekarang di Pasar Cikurubuk banyak yang tutup, terutama di komoditi pakaian dan sandal sepatu. Itu kisaran seribu kios yang tutup, khususnya di Blok B2 dan A3,” ungkapnya, Selasa (27/1/2026).

Penyebab Ribuat Kios Tutup

Menurut Jahid, menurunnya minat pembeli menjadi penyebab utama para pedagang memilih menutup kios. Hal itu tak lepas dari kondisi pasar yang dinilai tidak lagi nyaman bagi konsumen. “Pasar Cikurubuk sekarang kurang peminat, kurang pembeli yang datang. Kondisinya cukup mengkhawatirkan sehingga konsumen tidak tertarik berkunjung,” jelasnya.

Ia menambahkan, buruknya infrastruktur pasar menjadi faktor paling dominan. Saat musim hujan, area pasar becek dan atap kios banyak yang bocor. Sementara saat cuaca panas, kondisi pasar terasa sangat menyengat. “Kalau hujan itu becek, kalau panas ya jelas panasan. Apalagi saat hujan dan angin, atap banyak yang bocor. Pedagang pakaian jadi berpikir ulang untuk buka kios karena risikonya besar, sementara pembeli sedikit,” kata Jahid.

Baca juga: Dicky Chandra Menangis saat Didemo Ribuan Guru Madrasah Kota Tasikmalaya, Ini Alasannya

Kondisi tersebut, lanjut Jahid, sudah berlangsung cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Persaingan dengan perdagangan daring serta maraknya pedagang grosiran di sekitar pasar turut memperparah keadaan. “Ini sudah beberapa tahun ke belakang. Ditambah kompetisi dari penjualan online dan pedagang grosiran di depan pasar, jadi imbasnya sangat terasa,” ujarnya.

Harap Perhatian Pemerintah

Para pedagang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk membenahi Pasar Cikurubuk agar kembali ramai. Namun hingga kini, mereka mengaku belum merasakan upaya konkret dari pemerintah. “Yang kita harapkan adalah hadirnya pemerintah. Sampai saat ini kami belum merasakan bagaimana pemerintah menanggulangi atau memikirkan cara meramaikan kembali Pasar Cikurubuk,” tegasnya.

Baca juga: Update Kasus Konten Kreator SL Tasikmalaya, Polisi Dalami Dugaan Child Grooming

Ironisnya, di tengah kondisi pasar yang sepi, pedagang justru dibebani kenaikan tarif retribusi yang dinilai memberatkan. “Yang ada malah tarif retribusi dinaikkan. Kenaikannya hampir 80 persen. Tarif naik, tapi kondisi pasar masih seperti ini. Ini jelas memberatkan pedagang,” pungkas Jahid.

Lesunya aktivitas di Pasar Cikurubuk menjadi sorotan, mengingat pasar tradisional tersebut selama ini menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat Tasikmalaya. Pedagang berharap adanya langkah cepat dan nyata agar denyut ekonomi pasar kembali hidup. (Apip/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |