harapanrakyat.com,- Aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Jawa Barat, mengkritisi jumlah paket pelatihan kerja yang difasilitasi oleh Pemkot Banjar berkurang drastis di tahun 2026.
Ketua PMII Kota Banjar M. Abdul Wahid menyebut, penurunan jumlah paket pelatihan kerja tahun 2026 menjadi 9 paket dari tahun sebelumnya 27 paket merupakan bentuk kemunduran kebijakan yang serius.
Pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Karena, berkurangnya paket pelatihan kerja tentunya akan berdampak terhadap kompetensi, daya saing tenaga kerja dan kemandirian.
Baca Juga: Turun Drastis, Paket Pelatihan Kerja 2026 di Kota Banjar Cuma 9 Paket
Menurutnya, kebijakan itu juga menunjukkan kurangnya prioritas serta dukungan pemerintah dalam upaya menyiapkan sumber daya, atau tenaga kerja handal di sektor dunia kerja dan industri.
“Kami dengan tegas menyatakan keprihatinan dan kekecewaan mendalam atas kebijakan pengurangan paket pelatihan kerja ini,” kata Wahid kepada harapanrakyat.com, Selasa (13/1/2026).
Program pelatihan kerja seharusnya menjadi upaya nyata pemerintah kota dalam meningkatkan keterampilan warga, membuka peluang kerja. Sekaligus mengurangi jumlah pengangguran.
Namun, dengan berkurangnya program pelatihan kerja, secara otomatis juga akan mengurangi jumlah tenaga kerja terampil yang selama ini telah didistribusikan melalui pelatihan kerja.
Baca Juga: Paket Pelatihan Kerja Berkurang Dampak Efisiensi, Apa Langkah Wali Kota Banjar?
Sebab itu, aktivis mahasiswa Kota Banjar ini mendorong agar pemerintah kota dapat menambah anggaran untuk paket pelatihan kerja. Hal ini sebagai salah satu upaya membekali tenaga kerja menjadi sumber daya yang terampil dan produktif.
“Penurunan jumlah paket pelatihan merupakan kemunduran nyata dalam komitmen peningkatan keterampilan dan kemandirian. Khususnya bagi pencari kerja produktif,” ungkap Wahid.
Sementara itu, Wali Kota Banjar, Sudarsono berjanji akan meningkatkan anggaran untuk pelatihan kerja bagi masyarakat melalui program berdaya lokal.
Hal itu ia katakan kepada wartawan usai membuka pelatihan kerja tahap 1 pada Senin, 10 Maret 2025 lalu di Gedung Banjar Conversation Hall (BCH). Saat itu ia merespon terkait tidak mendapat program pelatihan kerja dari APBN tahun 2025.
Baca Juga: Dampak Efisiensi Anggaran, BLK Kota Banjar Nihil Paket Pelatihan Kerja dari APBN
“Sementara ini dari APBD Kota. Penambahan paket nanti kita akan lihat dulu, karena anggaran kita kan sekarang lagi efisiensi,” katanya pada saat itu.
“Dukungan anggaran ke depan akan kita tingkatkan, agar program yang dulu kita janjikan kepada masyarakat terkait berdaya lokal bisa berjalan,” tambahnya lagi. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 weeks ago
25

















































