Sejarah Benteng Fort Willem I Ambarawa Sebagai Jejak Peninggalan Hindia Belanda di Jawa Tengah

2 hours ago 4

Benteng Fort Willem I Ambarawa merupakan bangunan peninggalan Hindia Belanda tahun 1834-1853 silam. Kala itu, tempat ini sebagai pusat logistik serta pertahanan di jalur strategis wilayah Semarang. Di dalamnya memiliki arsitektur khas Eropa klasik dengan parit dan juga barak.

Baca Juga: Sejarah Gemeente Depok Menjadi Bukti Pengaruh Hindia Belanda

Saat ini, benteng ini direvitalisasi jadi sebuah destinasi wisata untuk sejarah, pendidikan, kuliner, serta spot foto estetik. Selain itu, fasilitas di dalamnya seperti kafe dan pusat untuk oleh-oleh, kerap menjadi lokasi syuting para sineas. Bangunan ini juga memiliki sejarah yang panjang sebagai pusat militer dan penjara.

Benteng Fort Willem I Ambarawa dan Sejarahnya

Sejarah benteng ini pertama kali muncul di era 1840-an. Kala itu, Indonesia masih berada di bawah kuasa pemerintah Hindia Belanda di Pulau Jawa. Tepatnya di wilayah Ambarawa yang menjadi titik strategis antara Semarang dan juga Surakarta. Sejak abad-18, VOC membuat bangunan benteng di jalur Semarang ke Solo.

Rancangan bangunan ini bertujuan untuk membangun hubungan baik dengan Kesultanan Mataram. Kamp-kamp militer pun juga ikut dibangun termasuk Ambarawa. Di masa pimpinan Kolonel Hoorn pada 1827-1830, sempat terdapat barak militer untuk penyimpanan logistik.

Kemudian, di tahun 1834 muncullah bangunan benteng modern di Kawasan Ambarawa. Kedepannya, benteng tersebut memiliki nama Benteng Fort Willem I. Untuk pembangunannya sendiri berakhir di tahun 1953.

Barak Militer di Masa Penjajahan Hindia Belanda

Pada era tahun 1853 hingga 1927, Benteng Fort Willem I Ambarawa berfungsi sebagai barak militer masa penjajahan Hindia Belanda. Nama lainnya untuk tentara militer ini sendiri adalah KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Lege). Selanjutnya, tempat ini terhubung ke Magelang dan Yogyakarta hingga Semarang lewat jalur kereta.

Baca Juga: Sejarah Pembentukan Oudheidkundige Dienst, Dinas Purbakala Zaman Hindia Belanda

Kebanyakan benteng dibangun menggunakan prinsip defensif cukup kuat sebagai tempat pertahanan dari serangan kompetitor atau musuh. Bahkan, kita kerap menjumpai adanya parit yang mengelilingi bangunan tersebut. Tujuannya agar pertahanan makin optimal.

Akan tetapi, berbeda dengan Benteng Willem I karena ternyata mempunyai desain berbeda. Dalamnya terdapat banyak jendela. Sehingga bangunan ini bukan tujuan untuk aspek pertahanan. Kemungkinan besar untuk berfungsi sebagai barak militer serta penyimpanan logistik di markas tentara tersebut.

Lokasi Benteng Fort Willem I di Ambarawa, Jawa Tengah

Benteng Fort Willem I Ambarawa juga memiliki nama lain yakni Benteng Pendem. Lokasi tepatnya berada di Ambarawa, Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Benteng yang pertama kali dibangun di era tahun 1834 tersebut, berada tak jauh dari Museum Kereta Api.

Selain itu, lokasi benteng ini juga tepat berada di area belakang RSUD Ambarawa atau kompleks Lapas Kelas II Wilayah Ambarawa. Menariknya, bangunan peninggalan Hindia Belanda ini juga pernah berfungsi sebagai lokasi syuting film berjudul Soekarno karya Sutradara Hanung Bramantyo.

Fungsi Benteng Fort Willem I Setelah Masa Kemerdekaan

Selama masa Perang Dunia II, Benteng Fort Willem I Ambarawa ini ternyata diambil alih oleh para penjajah Jepang untuk digunakan sebagai markas dan juga penjara. Namun, usai Indonesia merdeka pada tahun 1945, benteng tersebut dimanfaatkan banyak pihak untuk aktivitas militer sekaligus administrasi. Lalu, pada tahun 1960-an, fungsinya berubah menjadi museum dan juga tempat untuk menyimpan benda-benda bersejarah. 

Memasuki tahun 1990-an, bangunan ini mengalami proses restorasi. Tujuannya agar menjaga integritas struktural sekaligus memperbaiki kondisi bangunan benteng bersejarah tersebut. Kemudian, pemerintah melakukan pengembangan fasilitas untuk wisata supaya menarik banyak pengunjung.

Sebagai Objek Pariwisata Sejarah di Era Modern 

Kini, keberadaaan Benteng Fort Willem I Ambarawa ini bermanfaat sebagai objek pariwisata sejarah dan juga museum. Bahkan, di tempat peninggalan Hindia Belanda ini kerap ada pameran. Kegiatan pameran tersebut menampilkan sejarah penjajahan dan militer Bangsa Indonesia. Dari tahun 2024 hingga sekarang, sebagian bangunan dari benteng seperti Barak dan Hornwork serta Caponier mengalami renovasi dan ada penambahan Plester warna putih. 

Baca Juga: Sejarah Bandoengsche Melk Centrale, Perusahaan Susu Paling Modern di Hindia Belanda

Saat ini, Benteng Fort Willem I Ambarawa sangat penting menjadi destinasi wisata edukasi dan budaya baru yang revitalisasi. Sebagai situs peninggalan kolonial Hindia Belanda, Benteng Fort Willem I Ambarawa menjadi saksi bisu masa pahit bangsa Indonesia sebelum merdeka. Di sisi lain, pemerintah kini giat menjadikannya sebagai pusat kuliner, UMKM, hingga spot foto instagramable yang membanggakan di wilayah Semarang, Jawa Tengah. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |