Serasa di Eropa, Intip Pesona Wisata Agro Bukit Waruwangi yang Viral di Serang Banten!

14 hours ago 7

Wisata Agro Bukit Waruwangi di Serang, Banten, belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial sebagai destinasi alam yang viral.

Terletak di hamparan perbukitan seluas sekitar 100 hingga 120 hektar, kawasan ini menawarkan kombinasi unik antara panorama pegunungan yang hijau, pemandangan laut Selat Sunda, hingga interaksi langsung dengan hewan ternak.

Sejarah dan Transformasi Wisata Agro Bukit Waruwangi

Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata populer, kawasan ini awalnya merupakan area peternakan sapi dan kerbau yang dirintis sejak tahun 2015 oleh Siswono Yudo Husodo.

Baca Juga: Pesona Wisata Alam Kadu Engang, Destinasi Estetik di Lereng Gunung Karang

Melihat besarnya minat masyarakat yang datang untuk sekedar berfoto dan menikmati suasana, pengelola kemudian menyulap lahan ini menjadi kawasan agrowisata pada Agustus 2019.

Secara resmi, Wisata Agro Bukit Waruwangi diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Serang pada 7 Juli 2020. Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, berharap destinasi ini dapat menjadi alternatif wisata pegunungan yang melengkapi pesona Pantai Anyer bagi para wisatawan.

Daya Tarik Utama: Dari Sapi Eropa hingga Pemandangan Krakatau

Salah satu daya tarik yang paling menonjol adalah konsep wisata peternakan ala Eropa. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai jenis sapi dan rusa yang berkeliaran bebas di padang rumput hijau.

Satwa-satwa ini tergolong jinak sehingga wisatawan, termasuk anak-anak boleh untuk memberi makan secara langsung dengan pendampingan.

Selain itu, lokasi strategis di ketinggian memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan panorama Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda. Pemandangan indah Pantai Anyer dan Pulau Sangiang dari kejauhan, serta hamparan perbukitan hijau seperti Gunung Karang dan Gunung Pulosari.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan

Wisata Agro Bukit Waruwangi bukan sekadar tempat berswafoto. Ada banyak aktivitas luar ruangan yang dapat Anda nikmati bersama keluarga.

Baca Juga: Pesona Pantai Sawarna Srikandi, Wisata Andalan Banten dengan Ragam Aktivitas Seru

1. Camping dan Staycation: Tersedia camping ground bagi mereka yang ingin berkemah dengan tenda sendiri, serta penginapan Pondok Waruwangi dengan fasilitas lengkap seperti AC, TV, dan Wi-Fi bagi yang ingin kenyamanan lebih.

2. Berenang di Alam Terbuka: Terdapat kolam renang anak dan dewasa yang memberikan sensasi sejuk dengan pemandangan langsung ke pegunungan.

3. Ngopi Santai: Pengunjung Wisata Agro Bukit Waruwangi dapat mengunjungi Pojok Kopi Rangkong untuk menyesap kopi hangat sambil menikmati matahari terbenam (sunset) yang menghadap ke arah Selat Sunda.

4. Wahana Adrenalin: Tersedia fasilitas flying fox dan jalur olahraga alam bagi pengunjung yang menyukai tantangan.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk (HTM)

Secara administratif, lokasi wisata ini mencakup wilayah tiga desa, yaitu Desa Bantarwaru, Bantarwangi (Kecamatan Cinangka), dan Desa Cibojong (Kecamatan Padarincang), Kabupaten Serang.

Rute Perjalanan: Jika Anda berangkat dari Jakarta, Anda bisa melalui tol Jakarta-Merak keluar di Cilegon Barat, lalu menuju arah Anyer hingga pertigaan Ciparay, Cinangka. Perjalanan dilanjutkan menuju jalur Palka Padarincang hingga menemukan gapura Wisata Agro Bukit Waruwangi. Akses jalan dapat dilalui motor maupun mobil, namun tersedia juga jasa ojek pangkalan di sekitar jalur pegunungan.

Baca Juga: Pesona Pantai Legon Pari, Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Banten

Informasi Tiket dan Jam Buka:

HTM: Mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 per orang.

Parkir: Motor Rp3.000 – Rp5.000, Mobil Rp5.000 – Rp15.000.

Wahana Tambahan: Kolam renang berkisar Rp15.000 – Rp25.000, Flying Fox sekitar Rp25.000.

Tarif Penginapan: Sekitar Rp450.000 (weekday) dan Rp550.000 (weekend).

Jam Operasional: Umumnya Wisata Agro Bukit Waruwangi buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB, namun pada akhir pekan beberapa fasilitas dapat buka hingga pukul 20.00 WIB.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB saat cuaca cerah agar panorama hijau terlihat jelas dan udara masih terasa segar. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |