harapanrakyat.com,- Soedrajat Argadireja ditetapkan menjadi Ketua KONI Kota Banjar, Jawa Barat, periode 2026-2030 melalui forum Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) ke-VI yang berlangsung di Aula Toserba Pajajaran, Sabtu (29/8/2026).
Soedrajat ditetapkan menjadi Ketua KONI Kota Banjar oleh pimpinan sidang forum Musorkot yang berlangsung cukup panas, bahkan diwarnai aksi walk out oleh sebagian peserta forum. Hal ini terjadi karena merasa tidak puas dengan laporan pertanggungjawaban yang disampaikan Ketua KONI Kota Banjar periode 2022-2026 Soedrajat Argadireja.
Soedrajat menghormati proses yang terjadi dalam forum Musorkot sebagai dinamika organisasi selama masih dalam koridor substansi. Ia telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban, namun apabila ada yang tidak merasa puas ia menyerahkan kembali hal itu kepada peserta forum.
Baca Juga: Dua Bakal Calon Berebut Kursi Ketua KONI Kota Banjar
“Saya pikir ini ya cukup bagus buat organisasi. Yang penting selama itu ada dalam koridor substansi korektifnya juga membangun bukan karena subjektif ya kita enggak ada masalah,” katanya.
Ia melanjutkan, terkait aksi walk out terdapat 10 cabang olahraga yang keluar dari forum Musorkot. Namun begitu, proses Musorkot tetap berjalan dengan jumlah 14 cabor plus 1 dari Koni Jabar (peninjau).
Diketahui, peserta forum Musorkot ini diikuti oleh 24 cabor dengan peserta walk out sebanyak 10 cabor. Sementara batas kuorum 2/3 peserta, sehingga hasil Musorkot masih harus menunggu keputusan KONI Jabar.
Baca Juga: KONI Sesalkan Tak Ada Anggaran Popwilda untuk Dukung Atlet Kota Banjar
“Yang walk out ada 10. Kita ada 14 cabor plus 1 dari provinsi jadi yang masih ada 15 peserta. Tapi mekanisme rapat kita jalan terus. Dari mulai tadi 2/3 peserta kemudian juga calon yang mencalonkan diri kita panggil dikasih jeda waktu. Kita tempuh mekanisme itu,” ujarnya.
KONI Jabar Kaji Keabsahan Soedrajat Ketua KONI Banjar
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi KONI Jabar, Dwi Putro Ariswibowo, menghormati dinamika yang terjadi dalam forum musyawarah olahraga kota (Musorkot). Menurutnya, batas kuorum dalam forum Musorkot tersebut dinilai saat sidang pleno pertama, bukan pada saat proses perjalanan sidang pleno berikutnya.
“Kalau kuorum itu kan kuorum di awal, bukan pada saat proses perjalanan sidang pleno. Tapi ini yang harus dikaji nanti sah atau tidak sah dari produk ini khususnya di sidang pleno 2,” ujarnya.
Baca Juga: Masih Cari Solusi Untuk Atlet Balap Motor, KONI Minta Wali Kota Banjar Jangan Hanya Tebar Harapan
Meski begitu, pihaknya akan menyerahkan hasil keputusan forum Musorkot yang menetapkan Soedrajat Argadireja kepada bidang hukum KONI Jabar untuk mengkaji dan memutuskan keabsahan hasil Musorkot.
“Sikap kami proses ini tetap berjalan tetap diselesaikan tapi terkait sah atau tidak sah kami yang di sini tidak bisa memutuskan. Nanti akan dikaji oleh bidang hukum Koni Jabar,” ujarnya.
Terkait dinamika yang terjadi, Dwi meminta kepada Koni Kota Banjar untuk menyelesaikannya untuk bersama-sama memajukan olahraga.
“Silakan selesaikan di internal masing-masing. Menurut kami yang walk out dan yang ada di sini sama-sama insan olahraga yang ingin membesarkan olahraga Kota Banjar,” tandasnya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

5 hours ago
9

















































