harapanrakyat.com,- Banyak strategi menarik perhatian penonton media sosial dari berbagai sumber. Namun, seringkali konten kreator pemula abai dan akhirnya video di platform medsosnya tidak berkembang, bahkan stagnan.
Salah satu musuh terbesar para kreator yang tidak diduga adalah kecepatan jempol penonton dalam menggulirkan video di layar HP mereka. Ketika mereka membuka Facebook Reels atau TikTok, jari-jari netizen sudah secara otomatis terlatih menggeser layar dengan kecepatan tinggi.
Para penonton hanya memberikan waktu sepersekian detik untuk memutuskan apakah sebuah video layak mereka tonton atau dilewati begitu saja. Karena fenomena ini, para ahli menyebut fenomena ini sebagai “Hukum Tiga Detik Pertama”.
Artinya, jika kreator gagal menangkap perhatian mereka pada tiga detik emas itu, maka riwayat video tersebut berakhir, meskipun isinya sangat bagus di detik kesepuluh.
Strategi Jitu Menarik Perhatian Penonton
Para kreator pemula yang ingin memahami tips agar videonya viral, tidak perlu memulai dari pengeditan video canggih. Akan tetapi mereka harus mempelajari cara menciptakan Hook atau kail.
Sebagaimana kita tahu, Hook merupakan umpan yang dilemparkan kreator pada detik-detik awal video. Tujuannya, menghentikan jempol penonton agar membeku dan batal menggulirkan layar HP mereka.
Baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini Niche Konten Paling Mahal Bayarannya di Media Sosial
Dengan begini, algoritma akan menganggap video Anda membosankan jika tidak memiliki hook kuat karena retensinya rendah. Akibatnya, sistem tidak akan menyebarkan video itu secara luas. Karena itu, kunci untuk membuat hook yang mematikan agar penonton betah berlama-lama di konten Anda terletak pada serangan gabungan antara elemen visual dan audio.
Salah satu triknya adalah dengan memberikan kejutan secara visual. Pantangannya, seorang kreator jangan pernah memulai rekaman dengan layar hitam yang perlahan terang (fade-in), atau adegan ketika Anda sedang diam bersiap-siap. Pasalnya, cara ini terlalu lambat.
Maka dari itu, seorang kreator sebaiknya langsung memulai di tengah aksi. Misalnya, jika Anda memproduksi konten memasak, hindari menyapa penonton dengan “Halo Guys”. Lebih baik Anda memulai dengan shot close-up pisau yang memotong bawang dengan sangat cepat, atau api yang langsung menyambar di wajan.
Kemudian, tunjukkan hasil akhir yang paling menarik pada detik pertama, sebelum masuk ke bagian tutorial. Dengan cara ini, Anda membuat mata penonton terbelalak atau langsung penasaran dengan apa yang mereka saksikan.
Pentingnya Audio
Strategi agar menarik perhatian penonton selanjutnya adalah dengan memperhatikan audio. Perlu diingat, video pendek menawarkan pengalaman audio-visual. Jika visual yang Anda tawarkan tergolong standar, maka audio wajib menolong. Jangan biarkan detik pertama video Anda hening tanpa suara.
Makanya, gunakanlah efek suara (sound effect atau SFX) yang mengejutkan, misalnya suara “Ctarrr!”, “Woosh!”, atau bunyi ketukan pintu untuk memecah lamunan penonton. Sebagai catatan, apabila Anda memakai narasi suara (voice over), hindari memulai dengan perkenalan basa-basi. Sebaiknya, Anda langsung melontarkan pertanyaan provokatif atau pernyataan kontroversial yang membuat audiens ingin mengetahui jawabannya.
Contohnya, Anda bisa mengatakan: “Berani taruhan, kamu pasti salah cara pakai benda ini selama ini!” atau “Stop! Jangan buang kulit pisangmu sebelum nonton ini.”
Dari penjelasan singkat di atas, tiga detik pertama berfungsi sebagai pintu gerbang konten. Sehingga, tugas kreator adalah mendobrak pintu itu sekeras mungkin supaya penonton mau masuk ke dalam dunia konten yang Anda sajikan.
Kombinasikanlah visual yang bergerak dinamis dengan audio yang memancing rasa penasaran. Apabila konten kreator berhasil menerapkan strategi menarik perhatian penonton di tiga detik pertama ini, maka separuh jalan menuju viral sudah mereka kantongi. (Muhafid/R6/HR-Online)

3 hours ago
6

















































