harapanrakyat.com,- Kehadiran Markas Komando (Mako) Polres Pangandaran, kini menjadi tonggak sejarah baru bagi sistem pengamanan di wilayah ujung selatan Jawa Barat. Keberadaan Polres Pangandaran ini tidak hanya menciptakan rasa aman, namun juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha wisata yang lebih dekat dan responsif.
Baca Juga: Akses Vital 5 Desa, Polres Pangandaran Inisiasi Pembangunan Jembatan Gantung Bojong
Sejak resmi berdiri sendiri dan berpisah dari Polres Ciamis, Polres Pangandaran memikul tanggung jawab besar sebagai “penjaga gawang” destinasi wisata strategis nasional. Kehadiran gedung baru di Jalan Arteri Pangandaran-Cijulang ini, dinilai krusial dalam memangkas birokrasi serta memperkuat pengamanan wilayah secara masif.
Dahulu, warga di wilayah Parigi hingga Cijulang harus menempuh perjalanan jauh ke Ciamis hanya untuk mengurus administrasi kepolisian, seperti SIM atau SKCK. Kini, dengan operasional penuh di gedung baru Polres Pangandaran, akses pelayanan publik menjadi jauh lebih cepat, efektif, dan terjangkau bagi masyarakat lokal.
Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana mengungkapkan, bahwa Mako Polres Pangandaran berdiri di lahan hibah Pemerintah Daerah seluas 5 hektar. Pembangunan ini didanai oleh APBN dari Dipa Polri Polda Jabar tahun 2024, dengan total anggaran Rp 25 miliar untuk bangunan dua lantai seluas 3.300 meter persegi. Selain itu, terdapat pembangunan Barak Dalmas yang bersumber dari dana SBSN sebesar Rp 6,441 miliar.
“Gedung ini sudah resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Kapolda Jawa Barat pada 10 Januari 2025 lalu. Selain gedung Mako, tersedia juga Gedung Barak Dalmas serta rumah dinas untuk mendukung kinerja personel di lapangan,” ujar Aiptu Yusdiana.
Pelayanan Polres Pangandaran Gunakan Pendekatan Humanis Lewat Cooling System
Sementara itu, Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menekankan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Tetapi juga, pada penguatan mentalitas dan kedekatan dengan warga.
Program sholat subuh keliling dan sholat jumat keliling (Jumat Curhat) menjadi bagian dari strategi Cooling System. Adapun program tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi hadir sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat. Melalui kegiatan ini, komunikasi terasa lebih tulus dan tanpa sekat birokrasi,” kata AKBP Ikrar Potawari saat memberikan arahan di Masjid Istiqmal Cikembulan, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Kapolres Pangandaran Angkat Siswa Berprestasi di Cijulang Jadi Anak Asuh, Jamin Biaya hingga Lulus
Kegiatan tersebut mencakup tiga poin utama. Pertama penguatan spiritual personel. Kemudian kedua, ruang bagi warga untuk mengadukan permasalahan lingkungan. Dan ketiga, edukasi terkait kewaspadaan terhadap hoaks dan kejahatan konvensional seperti Curas, Curat, dan Curanmor.
Dampak Positif bagi Sektor Pariwisata
Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, menyambut baik wajah baru Polres Pangandaran. Menurutnya, stabilitas Kamtibmas adalah kunci utama keberlangsungan industri pariwisata.
“Kami dari dunia pariwisata merasa lebih aman. Keamanan adalah kunci utama. Jika wisatawan merasa tidak nyaman, tentu akan mengganggu tingkat kunjungan ke Pangandaran,” kata Agus, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, meski saat ini masih dalam tahap penyempurnaan fasilitas, pihak pelaku usaha berharap pelayanan Polres Pangandaran ke depan semakin menyentuh kepentingan masyarakat luas dan pelancong. “Sehingga Pangandaran dapat terus tumbuh sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” harapnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 hours ago
5

















































