Persib Bandung baru saja membuat kejutan besar di bursa transfer Januari dengan mendatangkan eks bintang Paris Saint-Germain (PSG), Layvin Kurzawa. Namun, di balik nama besarnya yang mentereng, terselip kekhawatiran nyata bagi publik sepak bola Jawa Barat. Maung Bandung kini tengah bertaruh pada seorang pemain kelas dunia yang kondisi fisiknya masih menjadi tanda tanya besar.
Baca Juga: Bojan Hodak Andalkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx sebagai Pilar Masa Depan Persib
Mendatangkan Kurzawa untuk mengarungi putaran kedua Super League 2025/26 adalah langkah ambisius sekaligus berisiko. Persib mengontrak bek kiri berusia 33 tahun ini dengan durasi pendek selama enam bulan.
Meski memiliki riwayat karier di kasta tertinggi Eropa bersama AS Monaco dan PSG, Kurzawa datang ke Bandung dengan modal kebugaran yang bisa dikatakan berada di “titik nol”. Rekam jejaknya dalam 18 bulan terakhir menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan.
Eks bintang PSG ini dua kali menganggur. Pasca dilepas PSG pada Juni 2024, ia sempat tanpa klub selama enam bulan. Kemudian saat bergabung dengan Boavista (Portugal) pada Januari 2025, ia hanya mencatatkan 4 penampilan dengan total 170 menit bermain selama setengah musim.
Setelah kontraknya di Boavista berakhir Juni 2025, Kurzawa kembali menganggur hingga akhirnya dipinang Persib pada Januari 2026 ini.
Agenda Khusus dari Bojan Hodak Kembalikan Performa Eks Bintang PSG
Sadar akan risiko cedera yang mengintai, pelatih Bojan Hodak tidak ingin terburu-buru menurunkan sang megabintang. Hodak telah menyusun rencana latihan khusus bagi Kurzawa dan rekrutan baru lainnya, Dion Markx. Hal itu agar mereka tidak “tumbang” di tengah kompetisi yang intens.
“Mereka harus latihan terlebih dahulu. Tidak bisa mereka hanya datang lalu bermain, mereka bisa cedera,” tegas Hodak dikutip Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Kurzawa dan Dion Markx Resmi Datang, Formasi dan Lini Pertahanan Persib Bandung Berubah
Kurzawa kini diwajibkan menjalani agenda “pramusim kilat” untuk mengejar ketertinggalan fisik. Mengingat Persib masih menyisakan 16 pertandingan di liga domestik dan setidaknya dua laga di AFC Champions League, waktu adalah musuh utama bagi Kurzawa.
Jika adaptasi fisiknya berjalan lambat, kompetisi mungkin akan berakhir sebelum eks bintang PSG ini benar-benar mencapai level kebugaran yang mumpuni.
Absen di Laga Terdekat
Langkah protektif Hodak langsung terlihat menjelang laga kontra Persis Solo yang akan berlangsung Sabtu (31/1/2026). Kurzawa dipastikan ditinggal di Bandung untuk fokus menjalani program penguatan fisik di bawah pengawasan tim pelatih. Sementara rekan-rekannya berangkat ke solo untuk bertanding.
Baca Juga: Perombakan Skuad Putaran Kedua; Dua Amunisi Baru Persib Bandung Hadir, 3 Dilepas
Bagi bobotoh, kehadiran Kurzawa adalah oase kualitas level dunia. Namun bagi manajemen dan tim pelatih, ini adalah balapan melawan waktu untuk membuktikan, bahwa eks bintang PSG ini bukanlah sekadar “kucing dalam karung”. Melainkan senjata rahasia yang mampu membawa Persib berjaya di sisa musim ini. (Adi/R5/HR-Online)

2 hours ago
5

















































