harapanrakyat.com,- Masalah update Windows 11 kembali muncul setelah perusahaan merilis pembaruan sistem operasi. Mereka harus memilih antara memasang pembaruan keamanan atau menundanya demi menghindari bug yang berpotensi merusak performa dan fungsionalitas sistem.
Kabarnya, Microsoft meluncurkan pembaruan Windows 11 terbaru, KB5074109. Pembaruan ini menjanjikan perbaikan untuk 114 kerentanan keamanan serta peningkatan daya tahan baterai bagi AI PC. Akan tetapi sejumlah laporan justru menunjukkan masalah serius yang ditimbulkannya.
Masalah Update Windows 11 Sebabkan Performa GPU Nvidia Anjlok?
Sejumlah besar pengguna, terutama mereka yang mengandalkan kartu grafis Nvidia GeForce, melaporkan penurunan performa gaming setelah menginstal pembaruan KB5074109.
Baca juga: Microsoft Surface Laptop 5G dan Antena Inovatif, Rilis Agustus
Sementara pengguna individu memberikan laporan awal yang menunjukkan penurunan FPS (Frame Per Second) mencapai 15 hingga 20 FPS. Sehingga, kondisi ini menghancurkan pengalaman mereka saat bermain game.
Meskipun keluhan ini saat ini terpusat pada pengguna Nvidia, para ahli memperkirakan pengguna GPU lain juga mungkin terkena dampaknya. Kejadian ini bukan kali pertama pembaruan Windows merusak performa gaming.
Kasus ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi pada pembaruan Windows 11 di Oktober 2025, memicu pertanyaan serius mengenai proses jaminan kualitas (QA) yang Microsoft lakukan untuk driver grafis.
Ironisnya, masalah ini muncul tak lama setelah Microsoft mengklaim bahwa mereka tengah mengerjakan performance fundamentals atau dasar-dasar performa pada Windows 11. Namun, pembaruan keamanan terbaru dari mereka justru menunjukkan hasil sebaliknya. Mereka mengorbankan performa yang seharusnya menjadi salah satu fokus utama pengembangan sistem operasi ini.
Produktivitas Profesional Lumpuh
Masalah paling kritis yang pengguna laporkan dari pembaruan ini adalah kegagalan total sistem untuk terhubung ke layanan Azure Virtual Desktop (AVD). Kode error spesifik yang sering muncul adalah 0x8008005.
Baca juga: Microsoft Surface Laptop 13 dengan Chip Qualcomm Snapdragon X Plus
Kendala ini benar-benar menghentikan alur kerja para profesional yang sangat bergantung pada layanan AVD dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari mereka. Sampai saat ini, pengguna hanya mengetahui satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut, yakni dengan menghapus instalasi (uninstall) pembaruan KB5074109 dari sistem.
Berdasarkan laporan dari TechnetBooks menekankan tingkat keparahan masalah ini. Mereka mencatat bahwa pengguna sering melaporkan kegagalan otentikasi fatal, ditandai dengan kode error 0x8008005, saat mencoba koneksi melalui AVD. TechnetBooks menyebutkan bahwa situasi ini benar-benar menghentikan alur kerja profesional yang mengandalkan layanan tersebut.
Selain memicu masalah performa dan konektivitas bagi para profesional, pembaruan KB5074109 juga memperkenalkan bug aneh. Sistem operasi Windows kini gagal memformat USB flash drive dengan sistem file FAT32 setelah pengguna menginstal pembaruan tersebut.
Baca juga: Spesifikasi Microsoft Surface Pro 12, Diotaki Snapdragon X Plus
Meskipun bug ini terlihat sepele, namun dampaknya sangatlah signifikan. Ini membuktikan bahwa masalah yang ditimbulkan oleh update KB5074109 tidak hanya terbatas pada tugas-tugas berperforma tinggi, seperti bermain aplikasi game atau Virtual Desktop. Lebih jauh, pembaruan ini bahkan mempengaruhi fungsionalitas dasar dan fundamental dari sistem operasi yang seharusnya berjalan tanpa kendala. Sehingga, masalah update Windows 11 ini menjadi sorotan banyak pihak. (Muhafid/R6/HR-Online)

1 week ago
32

















































