harapanrakyat.com,- Bundaran Jati di Kota Cimahi, Jawa Barat kini tak lagi sekadar simpang lalu lintas yang berfungsi mengurai kemacetan, seperti yang kerap terjadi sebelumnya. Kawasan ini bertransformasi menjadi wajah kota sekaligus ikon baru Cimahi yang sarat nilai sejarah, menguatkan identitasnya sebagai kota militer. Penataan Bundaran Jati ditandai dengan dipajangnya tiga unit rudal Rapier Arhanud.
Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Fitri Yadi, menjelaskan bahwa rudal tersebut merupakan alutsista lama yang sudah tidak berfungsi dan dipinjam dari Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) Cimahi.
Baca Juga: Alasan Gaji Minim, Oknum Sekuriti Pemkot Cimahi Nekat Edarkan Ganja
“Rudal Rapier Arhanud ini dibuat di Inggris pada tahun 1950-an dan memang sudah tidak aktif atau tidak operasional. Penempatannya murni sebagai simbol, untuk estetika kota sekaligus memperkuat identitas Cimahi sebagai kota militer,” ujar Fitri Yadi, Rabu (21/1/2026).
Terkait perawatan, Fitri menegaskan Pemerintah Kota Cimahi akan bertanggung jawab penuh, sembari tetap berkoordinasi dengan Pussenarhanud. Menurutnya, pemanfaatan alutsista nonoperasional ini telah melalui mekanisme dan prosedur yang sesuai aturan.
“Rudal ini merupakan aset yang sudah tidak dioperasionalkan. Kami manfaatkan untuk mempercantik wajah kota, tentu dengan koordinasi dan mekanisme yang sah,” katanya.
Bukan Penguasaan Militer tapi Tanda Sejarah Kota Cimahi
Sementara itu, mewakili Komandan Pussenarhanud Cimahi, Letkol Affandi menegaskan bahwa status kepemilikan tiga rudal tersebut tetap milik TNI Angkatan Darat. Penempatannya di Bundaran Jati bersifat pinjam pakai, bukan hibah.
Baca Juga: Gapura Megah Kantor Wali Kota Cimahi Disorot, Aksara Sunda Dinilai Keliru
“Ini hasil kesepakatan dengan Pak Wali Kota. Kepemilikan tidak berpindah tangan, pencatatan barang milik negara tetap ada di Pussenarhanud,” ujarnya.
Affandi juga membantah anggapan bahwa pemasangan ornamen militer tersebut berkaitan dengan penguasaan militer. Menurutnya, keberadaan banyak satuan TNI di Cimahi merupakan bagian dari sejarah kota sebagai pusat pendidikan militer sejak masa lalu.
Baca Juga: Belum Lunas BPIH, 25 Calon Jemaah Haji Cimahi Terancam Gagal Berangkat 2026
“Perawatan menjadi tanggung jawab Pemkot Cimahi, termasuk pengecatan. Pengamanan dilakukan bersama Satpol PP, didukung CCTV dan penerangan malam hari,” pungkasnya. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

6 days ago
23

















































