harapanrakyat.com,- Transparansi Program MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) kini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut serta mengawasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, secara terbuka mempersilahkan warga, orang tua murid, hingga guru untuk mengunggah kualitas menu makanan yang anak-anak terima ke media sosial.
Hal ini untuk memastikan transparansi dan kualitas program di lapangan. Masyarakat boleh mendokumentasikan menu yang sudah baik maupun yang bermasalah. Terutama jika menemukan hidangan yang tidak sebanding dengan pagu anggaran senilai Rp 10.000 per porsi.
Agar laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti, Nanik menyarankan setiap unggahan foto atau video disertai dengan keterangan yang mendetail.
Baca Juga: Badan Gizi Nasional Ungkap Modus Penipuan MBG, Calon Mitra asal Kota Banjar Rugi Ratusan Juta Rupiah
Partisipasi Publik sebagai Bentuk Transparansi Program MBG
Informasi penting yang harus tercantum dalam unggahan tersebut antara lain waktu pengambilan gambar atau video, alamat lengkap sekolah penerima manfaat. Serta nama dan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan makanan tersebut.
Nanik menegaskan bahwa pencantuman data detail ini bukan bertujuan untuk intimidasi. Sebaliknya, informasi tersebut sangat krusial bagi BGN untuk melacak temuan secara cepat, melakukan verifikasi. Sekaligus mencegah potensi masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini membutuhkan pengawasan ketat agar terus mengalami penyempurnaan.
Baca Juga: BGN Perketat Keamanan Makan Bergizi Gratis, Wajib Label Waktu dan Larangan Bawa Pulang
Saat ini, BGN hanya memiliki tim pemantau internal sekitar 70 orang yang bekerja 24 jam untuk mengawasi seluruh wilayah Indonesia. Mengingat jumlah SPPG yang sangat banyak, peran aktif masyarakat menjadi kunci utama sebagai upaya transparansi program MBG.
“Kami sangat berterima kasih atas setiap saran dan pengawasan dari publik,” ungkap Nanik dalam pertemuan di Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, keterlibatan warga adalah wujud nyata transparansi pemerintah dalam mengelola program MBG sebagai program strategis nasional ini.
Baca Juga: Warga Keluhkan MBG di Pamarican Ciamis yang Dinilai Asal-asalan
Kecam Tindakan Arogan Terhadap Kritik
Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga menyoroti insiden yang sempat viral di Pesawaran, Lampung. Ia menyayangkan sikap seorang Kepala SPPG yang sempat menghentikan jatah makan dua anak selama seminggu. Alasannya hanya karena orang tua mereka melontarkan kritik terhadap menu yang diterima.
Nanik menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kearoganan yang tidak sepatutnya terjadi. Ia menekankan setiap kritik dan masukan dari masyarakat harus diterima dengan baik. Hal itu sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kualitas layanan di masa depan. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

14 hours ago
8

















































