Proses penyelidikan terkait kematian Lula Lahfah terus menunjukkan perkembangan baru. Tim penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan saat ini tengah memfokuskan investigasi pada pemeriksaan barang bukti secara ilmiah, guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya selebgram tersebut di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan sejumlah barang bukti yang petugas temukan di lokasi kejadian ke Laboratorium Forensik (Labfor).
Selain uji laboratorium, polisi juga sedang menyisir rekaman CCTV di area apartemen untuk menyusun kronologi kejadian secara runtut.
Baca Juga: Lula Lahfah Hapus Tato sebelum Meninggal Dunia, Keanu Beber Alasannya!
Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Berbasis Scientific Crime Investigation
Pihak kepolisian menekankan pentingnya penggunaan metode science crime dalam menangani kasus ini. Selain mengandalkan hasil Labfor, petugas juga menunggu data medis dari rumah sakit untuk mencocokkan temuan di lapangan.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan beberapa jenis obat-obatan serta surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) yang ditemukan di lantai 25 unit apartemen korban.
“Kami ingin melihat rangkaian peristiwa ini secara utuh. Semua bukti, termasuk hasil uji laboratorium dan rekaman CCTV, akan kami sampaikan secara transparan saat konferensi pers nanti,” ungkap Kombes Budi Hermanto kepada media, Rabu (28/1/2026).
Periksa 10 Saksi, Termasuk Reza Arap
Hingga saat ini, sebanyak 10 orang saksi telah memberikan keterangan kepada penyidik. Para saksi tersebut terdiri dari asisten rumah tangga (ART), sopir pribadi, teknisi apartemen, hingga kekasih almarhumah, Reza Arap.
Baca Juga: Potret Wendy Walters Hadir di Pemakaman Lula Lahfah
Selain itu, pihak kepolisian juga meminta keterangan dari tim medis RS Fatmawati yang melakukan visum luar serta dokter yang mengetahui riwayat kesehatan Lula.
Rencananya, polisi juga akan segera memanggil pihak keluarga Lula Lahfah untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendalami latar belakang serta aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) malam.
Alasan Keluarga Menolak Otopsi
Meskipun penyelidikan terus berjalan, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan prosedur otopsi atau bedah mayat terhadap jenazah Lula Lahfah. Karena setelah hasil pemeriksaan luar oleh dokter menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Sebelum ditemukan meninggal dalam posisi telentang di kasurnya, Lula dilaporkan sempat mengerang kesakitan pada dini hari yang diduga akibat penyakit lambung akut atau pasca operasi batu ginjal. Jenazah selebgram tersebut telah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, pada Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Kabar Duka, Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun
Himbauan Polisi Terkait Spekulasi Publik
Menanggapi berbagai isu yang beredar di media sosial mengenai penyebab kematian Lula Lahfah, polisi meminta masyarakat untuk tetap bijak dan tidak berspekulasi, termasuk mengenai rumor overdosis.
Kombes Budi Hermanto mengajak publik untuk berempati kepada keluarga yang sedang berduka dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan kepolisian.
“Jangan membangun narasi yang bias tanpa bukti ilmiah. Kami mengedepankan scientific investigation untuk memastikan kebenaran peristiwa ini,” tegasnya. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

15 hours ago
9

















































