harapanrakyat.com,- Kekhawatiran akan potensi konflik antara satwa liar dan manusia membuat para peternak kambing dan domba di Dusun Sindangjaya, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan. Mereka kini memberlakukan jaga malam secara bergiliran. Hal itu untuk mengantisipasi kemunculan macan tutul di sekitar kandang ternak.
Langkah ini dilakukan setelah warga menemukan jejak telapak kaki yang diduga milik macan di sekitar kandang kambing milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Linggajaya. Temuan tersebut memicu kekhawatiran, mengingat populasi ternak di wilayah tersebut cukup besar dan terus bertambah.
Baca Juga: Macan Turun ke Permukiman Mangsa Puluhan Ayam Sentul di Ciamis
Kepala Dusun Sindangjaya, Arif Hidayat, mengatakan bahwa jaga malam dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi serangan satwa liar terhadap ternak maupun warga.
“Sebelumnya pernah ditemukan jejak telapak kaki yang diduga macan di sekitar kandang kambing BUMDes Linggajaya. Masyarakat, khususnya para peternak kambing dan domba kemudian sepakat melakukan jaga malam secara bergiliran,” kata Arif, Selasa (20/1/2026).
Salah seorang peternak kambing, Junaedi, menyebut jumlah ternak kambing dan domba di Dusun Sindangjaya saat ini mencapai lebih dari 200 ekor, belum termasuk jenis ternak lainnya. Ia juga memperkirakan jumlah tersebut akan meningkat menjelang bulan puasa.
“Kalau sudah mendekati puasa, bisa dipastikan jumlah kambing dan domba meningkat. Banyak pengusaha yang ingin mengembangkan usaha peternakan di satu kawasan dekat kandang BUMDes. Bisa lebih dari 500 ekor,” ujarnya.
Baca Juga: Pasca Teror Macan Kumbang di Desa Bangbayang Ciamis, Warga Diminta Pastikan Kandang Terkunci Rapat
Peternak di Cipaku Ciamis Perketat Jaga Malam
Sementara itu, Ketua BUMDes Linggajaya melalui Sekretaris Desa Ciakar, Solihin, menjelaskan bahwa peternakan kambing milik BUMDes didanai dari program ketahanan pangan tahun anggaran 2025.
“Modal awal dari program ketahanan pangan kami belikan 12 ekor kambing jenis Sapera. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang menjadi 23 ekor,” kata Solihin.
Ia menambahkan, jaga malam semakin diperketat setelah adanya pemberitaan konflik macan tutul dengan manusia di wilayah Desa Bangbayang beberapa waktu lalu.
“Ini murni untuk menjaga keamanan ternak dan warga. Harapannya, usaha peternakan bisa berjalan aman, nyaman, dan memberi penghasilan bagi peternak serta meningkatkan pendapatan desa,” ujarnya.
Baca Juga: Waspada Penipuan! Gadis di Cipaku Ciamis Terkena Hipnotis Telepon, Saldo Rekening Ludes
Warga berharap upaya kewaspadaan ini dapat mencegah kerugian sekaligus meminimalkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Cipaku. (Edji/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

3 hours ago
4

















































