harapanrakyat.com,- Kasus penipuan hipnotis telepon kembali memakan korban. Kali ini, menimpa seorang gadis bernama Icha (19), warga Desa Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Akibat kejadian tersebut, saldo di dalam rekeningnya terkuras habis oleh pelaku yang melancarkan aksinya melalui sambungan telepon.
Peristiwa ini bermula pada Rabu (14/01/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku menghubungi korban dan mengaku sebagai petugas dari ekspedisi JNE. Saat itu, Icha memang sedang memesan barang secara daring, sehingga ia tidak ragu untuk mengangkat telepon tersebut.
Baca Juga: Pegawai Minimarket di Garut Diduga Jadi Korban Hipnotis, Uang Puluhan Juta Raib
Dalam percakapannya, pelaku berdalih bahwa barang yang Icha pesan tertukar. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pelaku menjanjikan akan memberikan uang pengganti kepada korban.
Namun, tawaran tersebut rupanya menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk memengaruhi kesadaran Icha.
Pengaruh Hipnotis Telepon, Gadis di Cipaku Ciamis Ini Kehilangan Saldo
Baca Juga: Modus Tanya Bansos, Warga Ciamis Diduga Jadi Korban Hipnotis, Uang dan Emas Belasan Gram Raib
Icha mengaku mulai tidak sadar dan masuk dalam pengaruh hipnotis saat terus meladeni pembicaraan pelaku. Tanpa rasa ragu, ia mengikuti semua perintah pelaku, termasuk memberikan kode OTP (Online Transaction Password) kepada orang asing tersebut.
“Saya mulai terjebak dalam pengaruh hipnotisnya melalui telepon dan saya melakukan semua yang ia perintahkan,” ujar Icha saat menceritakan kejadian penipuan yang ia alami.
Ia baru tersadar sepenuhnya setelah melihat saldo di rekeningnya telah hilang sebesar Rp1 juta. Beruntung, saat pelaku mencoba mengarahkan korban untuk mengklik tautan pinjaman daring, ponsel korban mengalami kendala teknis. Sehingga transaksi pun gagal dilakukan.
Baca Juga: Kasihan, Tukang Rujak di Tasikmalaya Kena Hipnotis, Uang Modal Habis
Atas musibah ini, Icha mengaku hanya bisa pasrah dan berharap agar kerugiannya bisa tergantikan. Ia juga memberikan pesan penting bagi masyarakat luas agar lebih waspada terhadap nomor telepon yang tidak dikenal.
“Jangan percaya meski orang yang menghubungi kita menjanjikan hadiah atau apapun,” tegasnya sebagai peringatan agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban hipnotis telepon. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 weeks ago
27

















































