Waspada Super Flu, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dan Tak Anggap Remeh

16 hours ago 7

harapanrakyat.com,- RSUD Pandega Pangandaran, Jawa Barat, mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya fenomena kesehatan baru yang dikenal sebagai Super Flu. Istilah ini merujuk pada varian influenza, yang memiliki karakteristik gejala lebih berat dibandingkan flu musiman pada umumnya. Sehingga tentunya memerlukan perhatian serius dari publik.

Baca Juga: Hapus Stigma, Kendalikan HIV; Dokter RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Berani Tes Dini

Berdasarkan data medis terkini, Super Flu telah diidentifikasi secara ilmiah sebagai Influenza Tipe A, subvarian H3N2 dengan subclade K. Varian ini, merupakan jenis baru yang pertama kali dideteksi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Penyebaran varian ini telah mencapai Indonesia. Hingga akhir Desember 2025, data mencatat telah ditemukan sebanyak 62 kasus konfirmasi Influenza A subclade K yang tersebar di 8 provinsi di tanah air. Angka ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat untuk tidak menganggap remeh potensi penularannya.

Waspada Super Flu, Ini Tanda dan Gejalanya

Penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaan mendasar antara flu biasa dengan Super Flu melalui gejala klinis yang ditimbulkannya. Infeksi varian H3N2 subclade K ini ditandai dengan serangkaian gejala yang intens dan melemahkan tubuh secara signifikan.

Baca Juga: Deteksi Dini Selamatkan Nyawa, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya Kanker Payudara

Mengutip dari Instagram resmi RSUD Pandega, bahwa indikator utama yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi yang melonjak drastis hingga mencapai suhu 39-41 derajat Celcius. Selain gejala umum seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, penderita Super Flu kerap mengalami nyeri otot yang hebat. Kemudian, sakit kepala, serta rasa kelelahan dan lemas yang luar biasa, yang seringkali menghambat aktivitas harian secara total.

Langkah Pencegahan dan Penanganan yang Tepat

Menghadapi ancaman ini, langkah preventif menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan. Protokol kesehatan yang ketat harus kembali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. RSUD Pandega mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Termasuk menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

Peningkatan daya tahan tubuh melalui konsumsi vitamin secara rutin juga sangat dianjurkan. Selain itu, penggunaan masker saat sedang sakit atau berada di keramaian, serta membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi tubuh tidak fit, adalah langkah mitigasi yang krusial.

Vaksinasi influenza tahunan juga menjadi benteng pertahanan yang penting. Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta (komorbid). Jika mengalami gejala berat, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Di sisi lain, terdapat beberapa hal fatal yang harus masyarakat waspadai atau hindari dalam Super Flu. Masyarakat diperingatkan untuk tidak menganggap remeh demam tinggi dan gejala flu yang berat. Jangan memaksakan diri beraktivitas saat tubuh dalam kondisi lemah.

Baca Juga: Layanan Klinik Mata di RSUD Pandega Pangandaran, Bisa Apa Saja?

Kesalahan fatal lainnya yang sering terjadi adalah mengonsumsi obat tanpa resep dokter (swamedikasi) dan menunda pemeriksaan medis. Keterlambatan dalam penanganan medis profesional dapat berisiko memperburuk kondisi pasien. Kewaspadaan kolektif dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah kunci untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman Super Flu. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |