13.980 Siswa SD Lulus di Ciamis, Rancah Jadi Wilayah dengan Persaingan Sekolah Paling Ketat 

4 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis mencatat sebanyak 13.980 siswa Sekolah Dasar (SD) di seluruh kabupaten dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2026. Pemerintah daerah pun menaruh harapan besar agar seluruh lulusan tersebut tanpa terkecuali dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sigit Ginanjar, menyampaikan bahwa total kelulusan tersebut berasal dari seluruh satuan pendidikan dasar di Ciamis yang berjumlah 743 sekolah.

“Total ada 743 SD di Kabupaten Ciamis, yang terdiri dari 733 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 10 Sekolah Dasar Swasta,” ujar Sigit kepada harapanrakyat.com, Selasa (2/6/2026).

Terkait dengan dinamika penerimaan peserta didik baru, Sigit mengakui adanya fluktuasi di lapangan. Tren penyerapan anak sekolah di beberapa wilayah menunjukkan kondisi yang bervariatif. Ada yang mengalami peningkatan, namun ada juga yang menurun.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Rancah. Di kawasan tersebut, tren penyerapan anak sekolah cenderung ketat karena faktor geografis dan sebaran sekolah.

“Di Kecamatan Rancah, dinamikanya cukup ketat karena terlalu banyak sekolah yang lokasinya berdekatan, sehingga tingkat persaingan untuk mendapatkan siswa itu cukup tinggi,” jelasnya.

Baca Juga: Satpol PP Ciamis Angkat Bicara Soal Pelarangan Damkar Terlibat Menyemprotkan Air di Acara Kelulusan Sekolah 

Ribuan Siswa Lulus SD di Ciamis, Dinas Pendidikan Larang Perpisahan Mewah yang Membebani Orang Tua

Menyikapi momentum kelulusan tahun ini, Dinas Pendidikan Ciamis mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah mengenai pelaksanaan acara perpisahan atau pelepasan siswa. Sigit menekankan agar sekolah tidak menggelar kegiatan yang berlebihan atau mengundang keramaian yang berujung pada penarikan iuran besar.

“Jangan ada kegiatan yang ramai dalam pelaksanaan perpisahan sekolah hingga membebankan orang tua. Kami meminta pihak sekolah untuk melaksanakan kegiatan secara sederhana saja,” tegas Sigit.

Langkah ini diambil demi menjaga empati dan memastikan tidak ada orang tua siswa yang merasa keberatan secara finansial di tengah situasi ekonomi saat ini

“Kami menghimbau untuk satuan pendidikan khususnya SD jangan sampai melaksanakan perpisahan mewah hingga membebankan kepada orang tua siswa,” katanya.

Baca Juga: SMPN 1 Banjarsari Cari Bantuan ke Banjar, Kenapa Damkar Ciamis Tak Lagi Layani Acara Kelulusan Sekolah? 

Ratusan Ruang Kelas Rusak Diusulkan Revitalisasi ke Pusat

Selain itu, Sigit juga membeberkan kondisi infrastruktur pendidikan di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat sekitar kurang lebih 200 ruang kelas SD di Kabupaten Ciamis yang saat ini dalam kondisi rusak berat.

Mayoritas kerusakan ini disebabkan oleh faktor usia bangunan yang sudah tua dan kondisi material yang lapuk. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Ciamis bergerak cepat dengan mengusulkan perbaikan menyeluruh ke tingkat nasional.

“Saat ini kami sedang mengajukan proses revitalisasi kepada pemerintah pusat agar bisa didanai melalui anggaran Pusat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” urai Sigit.

Meski ratusan ruang kelas masih mengantre perbaikan, beberapa titik krusial sudah mulai tersentuh. Salah satunya adalah SDN 2 Margaharja yang berlokasi di Kecamatan Sukadana. Sekolah ini sempat mengalami kerusakan berat akibat terdampak bencana alam pada awal tahun 2026.

Baca Juga: BPBD Ciamis Siap Kirim Air Bersih ke Sekolah, Ingatkan Bijak Gunakan Air

“Untuk SDN 2 Margaharja Sukadana, saat ini sudah dimulai pekerjaan bantuan revitalisasi fisik. Anggarannya menggunakan alokasi pengadaan revitalisasi tahun 2026 yang memang diprioritaskan bagi sekolah terdampak bencana,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |