harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyiapkan langkah untuk memperkuat jaringan penghubung antar wilayah dengan memprogramkan perbaikan jalan rusak. Sebanyak 34 ruas jalan utama maupun lingkungan ditambah satu bangunan jembatan akan dibangun serentak di berbagai kecamatan, agar pergerakan warga semakin lancar hingga akhir tahun ini.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) KBB, Fauzan Azima, menjelaskan rencana ini disusun berdasarkan petunjuk langsung Bupati Jeje Ritchie Ismail.
Menurutnya, penentuan lokasi pun tidak sembarangan, tetapi mengacu pada hasil peninjauan lapangan. Serta masukan yang disampaikan warga agar pembangunan benar-benar tepat sasaran.
“Benar adanya rencana perbaikan itu, persis sesuai arahan Bupati yang telah disampaikan sebelumnya. Cakupannya mencakup 34 ruas jalan dan satu jembatan yang tersebar luas,” ungkap Fauzan, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Tutup Tahun 2025 dengan Surplus Rp127 Miliar, SILPA Bandung Barat Melonjak Dua Kali Lipat
Ruas Jalan Rusak yang akan Diperbaiki di Bandung Barat
Seluruh titik pekerjaan itu tersebar merata di 14 wilayah kecamatan, mulai dari Batujajar, Cihampelas, Cikalongwetan, Cililin, Cipeundeuy, Cipongkor, Cisarua, Gununghalu, Lembang, Ngamprah, Parongpong, Rongga, Saguling, hingga Sindangkerta.
“Pengerjaan akan kami laksanakan secara bertahap mulai akhir bulan Juni ini dan ditargetkan tuntas sepenuhnya menjelang bulan September 2026. Saat ini persiapan teknis sedang berjalan agar pembangunan bisa segera menyentuh tanah,” ucapnya.
Dari keseluruhan daftar lokasi, Kecamatan Lembang menjadi daerah yang mendapatkan perhatian penanganan terbanyak, di mana ada delapan ruas jalan yang akan ditingkatkan kualitasnya demi mendukung kepadatan lalu lintas di sana.
“Pemerintah daerah memastikan rincian teknis dan perencanaan sudah matang sepenuhnya. Langkah ini diambil agar perbaikan tidak hanya sekadar menambal, tapi benar-benar memperkuat ketahanan jalan dalam jangka waktu panjang,” tutur Fauzan.
Penyebaran lokasi yang mencakup hampir seluruh penjuru kabupaten menjadi bukti pemerataan pembangunan. Harapannya, peningkatan kualitas akses ini akan mempermudah pengiriman barang, mempercepat perjalanan warga, serta menggerakkan roda perekonomian desa maupun kota.
Baca Juga: Pergantian Pengelola Picu PHK Sepihak, Warga Padalarang KBB Tutup Akses Pabrik
“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sesuai jadwal, sehingga manfaatnya segera terasa. Mobilitas lebih leluasa dan penghubung antar wilayah semakin kokoh,” tambahnya. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

22 hours ago
14

















































