Ramadhan Penuh Ilmu, Pengajian Pesantren Abdul Djamil Diserbu Santri

17 hours ago 1

SOKARAJA - Sejak awal Ramadhan suasana bulan suci di Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus  dipenuhi denyut semangat keilmuan dan ibadah, Senin (09/03/2026).

Kegiatan Bertempat di lingkungan pesantren tersebut, rangkaian pengajian kitab kuning digelar secara rutin setiap hari setelah Salat Subuh, ba’da Magrib, dan usai Salat Tarawih.

Acara berlangsung khidmat ini disambut antusias oleh para santri, alumni, serta masyarakat sekitar yang berbondong - bondong hadir mengikuti majelis ilmu sepanjang Ramadhan.

Pengajian tersebut menjadi ruang spiritual sekaligus intelektual yang menghidupkan tradisi pesantren. Sejumlah kitab klasik yang dikaji meliputi Hukukul Madaniyah, Safinatus Sholah, Tafsir Jalalain, Bidayatul Hidayah, Lubabul Hadits, Taisirul Kholaq, hingga Uqudul Jain.

Melalui kajian tersebut, para santri tidak hanya memperdalam pemahaman fikih dan akhlak, tetapi juga menimba hikmah tafsir serta nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kehidupan seorang muslim.

Pengasuh pesantren, KH. Irchamni (Gus Ircham) dalam arahannya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum penting untuk melakukan pengendalian diri dan introspeksi batin.

Ia menjelaskan bahwa bulan suci adalah madrasah spiritual yang membentuk pribadi lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menggali potensi diri, meningkatkan ketakwaan, sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ibadah, memperhalus akhlak, dan menata kembali kehidupan agar lebih dekat kepada Allah SWT, ” tutur Kyai Irchamni dalam nasihatnya yang disampaikan dihadapan para santri dan jamaah.

Antusiasme peserta terlihat jelas setiap malam. Ruang pengajian selalu dipenuhi santri yang duduk bersaf rapi menyimak kajian dengan penuh khidmat. 

Kehadiran alumni serta masyarakat sekitar turut menambah semarak majelis ilmu yang terasa hangat, religius, dan sarat nilai keberkahan Ramadhan.

Salah satu santri putri, Aulia, yang juga menjalani studi di perguruan tinggi sambil mondok di pesantren tersebut, mengungkapkan rasa syukur dapat mengikuti pengajian secara istiqamah.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan mengaji selama Ramadhan menjadi kesempatan berharga untuk menyeimbangkan antara pendidikan akademik dan pendalaman ilmu agama.

“Saya sangat senang bisa istiqamah mengikuti pengajian di pesantren. Dengan begitu saya tidak hanya kuliah, tetapi juga terus menambah ilmu agama melalui kegiatan positif seperti ngaji selama bulan Ramadhan, ” ungkapnya, seraya berharap kegiatan tersebut terus berlangsung secara rutin.

Sementara itu, Ustaz Choi, salah satu humas Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, kepada awak media menyampaikan bahwa selain pengajian kitab kuning, pesantren juga menyiapkan sejumlah agenda Ramadhan yang melibatkan para santri dan siswa.

"Bahwa pada Rabu, 11 Maret 2026 akan dilaksanakan kegiatan berbagi takjil oleh siswa SMP sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, " tuturnya. 

Selain itu, pada 13 Maret 2026 juga direncanakan kegiatan mudik bareng sebagai upaya mempererat kebersamaan antar santri.


Ia juga menambahkan adanya program rutin bertajuk “Setetes Embun Pagi”, yakni kultum yang disampaikan oleh siswa SMP Persada Insan Nusantara setiap hari selama bulan Ramadhan. 

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan melatih keberanian, membangun karakter religius, serta menanamkan nilai dakwah sejak dini. 

“Kami berharap rangkaian kegiatan Ramadhan ini tidak hanya memperkuat semangat ibadah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat, ” pungkasnya.

(Choi/YF2DOI)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |