Bapenda Pangandaran: PAD Sektor Pariwisata 2025 Capai Rp 47 Miliar, Ini Rinciannya

1 day ago 7

harapanrakyat.com,- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, resmi merilis rekapitulasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pariwisata tahun 2025. Total realisasi PAD Sektor Pariwisata dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai angka Rp 47.066.698.000.

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya (PDL) Bapenda Pangandaran, Asep Rusli mengatakan, total realisasi pendapatan dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025 yang tercatat mencapai angka Rp 47.066.698.000, merupakan akumulasi dari enam pintu masuk destinasi wisata utama di Kabupaten Pangandaran.

“Total keseluruhan PAD sektor pariwisata dari Januari sampai Desember 2025 sebesar Rp 47 miliar lebih. Jika merinci per destinasi, pintu masuk Pantai Pangandaran masih menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp 33.787.140.000,” terang Asep Rusli kepada harapanrakyat.com, Rabu (7/1/2026).

Lanjutnya menjelaskan, lonjakan signifikan terjadi pada momen libur Lebaran 2025. Berdasarkan data bulanan, fluktuasi pendapatan sangat dipengaruhi oleh musim liburan.

Baca Juga: Bapenda Temukan 20 Jalan Tikus ke Objek Wisata di Pangandaran

Lonjakan pendapatan tertinggi terjadi pada bulan April 2025, yang bertepatan dengan momen libur Hari Raya Idul Fitri. Raihan pendapatan mencapai Rp 11.174.535.000.

Kemudian, pendapatan tertinggi kedua terjadi pada bulan Desember 2025 (momen Natal dan Tahun Baru) sebesar Rp 6.576.116.000. Serta pendapatan tertinggi ketiga pada bulan Juli 2025 (libur sekolah) sebesar Rp 5.078.830.000.

“Sebaliknya, pendapatan terendah tercatat pada bulan Maret 2025, yang hanya membukukan Rp 146.698.000. Ini dikarenakan awal bulan suci Ramadhan, yang mana tingkat kunjungan wisata cenderung menurun,” paparnya.

Rincian PAD Sektor Pariwisata 2025 di Pangandaran

Adapun rincian total pendapatan per pintu masuk destinasi selama tahun 2025 yaitu, pintu Pangandaran sebesar Rp 33.787.140.000, Batukaras Rp5.328.225.000, Batuhiu Rp 3.666.060.000.

Kemudian, pintu Madasari sebesar Rp 2.387.565.000, Karapyak Rp1.099.278.000, dan pintu Green Canyon sebesar Rp 798.430.000.

“Dari data tersebut terlihat pintu Madasari juga memberikan kontribusi yang cukup baik di angka Rp 2,3 miliar. Jumlah tersebut melampaui Karapyak dan Green Canyon,” jelas Asep Rusli.

Baca Juga: Program Makan Enak Berhadiah ala Bapenda Pangandaran untuk Tingkatkan PAD

Ia menambahkan, dengan ditutupnya pembukuan tahun 2025, Bapenda Pangandaran berharap tren positif kunjungan wisata dapat terus berlanjut dan ditingkatkan pada tahun 2026, untuk mendongkrak pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan tren positif ini bisa lebih meningkat lagi di tahun 2026, guna mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |