Gerbong kepemimpinan Tim Nasional (Timnas) Indonesia resmi berganti. Pasca pengumuman John Herdman sebagai nakhoda baru pada Sabtu (3/1/2026), PSSI kini tengah bersiap menyambut kedatangan pelatih asal Inggris tersebut. Namun, ada satu hal yang mencuri perhatian dalam masa transisi ini. Komitmen Herdman untuk memberdayakan talenta pelatih lokal dalam jajaran stafnya di Timnas Indonesia.
Berbeda dengan pendahulunya, Patrick Kluivert, yang cenderung membawa gerbong staf asing secara dominan, Herdman menunjukkan gestur terbuka sejak awal. Pelatih berusia 50 tahun tersebut berkomitmen membatasi jumlah staf asisten asingnya maksimal tiga orang saja. Hal ini memberikan ruang luas bagi pelatih-pelatih Indonesia untuk masuk ke dalam lingkaran teknis utama tim nasional.
Proses Seleksi Ketat Calon Pelatih Lokal Timnas Indonesia di Tangan Sang Arsitek
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyusun daftar kandidat pelatih lokal potensial. Nama-nama ini nantinya akan disodorkan langsung kepada Herdman untuk menjalani proses wawancara secara tatap muka.
“Kami akan menyodorkan banyak nama pelatih lokal. Namun, John Herdman sendiri yang akan memimpin proses wawancara tersebut guna memastikan mereka sesuai dengan kebutuhan teknis yang ia inginkan,” ungkap Sumardji dalam keterangan resminya pada Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Resmi Tangani Timnas Indonesia, John Herdman Dijadwalkan Datang ke Tanah Air 12 Januari
Meskipun daftar nama berasal dari rekomendasi PSSI, Sumardji menegaskan, bahwa hak prerogatif atau keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Herdman. Salah satu asisten asing yang dijadwalkan tiba lebih awal dalam waktu dekat disinyalir akan mengisi pos pelatih fisik, sementara posisi asisten lainnya masih menjadi teka-teki.
Komitmen Transfer Ilmu bagi Pelatih Lokal Timnas Indonesia
PSSI menyambut positif keterbukaan Herdman. Langkah ini dinilai sebagai peluang emas bagi pelatih-pelatih tanah air untuk menyerap ilmu dan metodologi modern dari pelatih berkelas internasional.
Semangat kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan prestasi. Hal itu berkaca pada kesuksesan pelatih lokal seperti Nova Arianto, yang mampu naik kelas menjadi pelatih Timnas Indonesia U-20, setelah bertahun-tahun menimba ilmu di bawah bimbingan Shin Tae-yong (2020–2025).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan era kepemimpinan Patrick Kluivert sebelumnya. Di mana posisi asisten pelatih timnas Indonesia sepenuhnya didominasi oleh staf asing tanpa melibatkan figur lokal.
Salah satu nama yang santer dikabarkan masuk dalam bursa asisten lokal adalah Zulkifli Syukur. Mantan pemain timnas yang pernah menukangi Persela Lamongan ini memiliki rekam jejak yang cukup solid di lingkungan PSSI.
Zulkifli sebelumnya pernah menjabat sebagai asisten Gerald Vanenburg di level U-23. Sebelum akhirnya ia mendampingi Indra Sjafri membawa tim U-23 berlaga di SEA Games 2025.
Jika merujuk pada pola yang diterapkan PSSI sebelumnya, Zulkifli memiliki peluang besar untuk dipromosikan ke level senior, atau bahkan mengisi kekosongan kursi pelatih kepala di Timnas U-17.
Kehadiran Herdman, yang sukses membawa Kanada menembus panggung dunia, diharapkan tidak hanya mendongkrak performa Skuad Garuda. Tetapi juga, meninggalkan warisan intelektual bagi staf pelatih lokal. Dengan metode modern yang Herdman bawa, Indonesia kini berupaya membangun ekosistem sepak bola yang mandiri dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, PSSI masih menutup rapat nama-nama lain yang masuk dalam daftar rekomendasi tersebut. Publik kini menanti, siapa saja sosok pelatih lokal yang akan terpilih mendampingi Herdman dalam misi membawa timnas Indonesia terbang lebih tinggi di kancah internasional. (Adi/R5/HR-Online)

1 day ago
11

















































