harapanrakyat.com,- Platform LinkedIn untuk kreator ternyata masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Padahal, jika Anda mendambakan bayaran yang jauh lebih tinggi dan stabil, jangan hanya asyik bermain di TikTok atau Instagram saja.
LinkedIn ternyata bisa menjadi lahan basah yang sangat potensial untuk mendapatkan tawaran kerja sama profesional dari perusahaan besar berskala internasional. Banyak pemula sering meremehkan platform ini karena menganggapnya hanya tempat kaku bagi para pencari kerja kantoran yang membosankan. Padahal, para pengambil keputusan anggaran pemasaran berkumpul di sini untuk mencari mitra kreatif yang bisa dipercaya bagi bisnis mereka.
Mengapa LinkedIn Ladang Emas bagi Kreator Konten?
Berbeda dengan platform hiburan lainnya, audiens di LinkedIn memiliki pola pikir bisnis. Mereka sangat fokus pada pertumbuhan profesional dan solusi industri. Hal ini membuat nilai kontrak kerja sama di sini biasanya jauh lebih besar. Ini dibandingkan dengan tarif endorse di media sosial lain.
Baca juga: Cara Mendapatkan Promosi Gratis dengan Fitur YouTube Shorts Remix
Perusahaan korporat cenderung mencari kreator yang mampu menyampaikan pesan brand mereka. Mereka mencari kreator yang memakai bahasa yang intelek, rapi, dan aman bagi citra perusahaan. Mereka tidak mencari konten joget viral. Sebaliknya, mereka mencari konten edukasi yang bisa menjelaskan produk rumit kepada klien bisnis lainnya.
Algoritma LinkedIn saat ini masih sangat organik dan ramah bagi tulisan panjang. Pemikiran mendalam jarang diapresiasi di tempat lain. Postingan teks tanpa gambar sekalipun bisa menjadi viral. Itu terjadi jika isinya memang memberikan wawasan baru yang berbobot dan dibaca oleh ribuan CEO.
Persaingan antar kreator di platform ini juga tergolong masih sangat minim. Sebab, belum banyak orang yang menyadari potensi besar monetisasinya. Anda bisa mudah menonjol sebagai pemimpin pemikiran di bidang spesifik. Ini tanpa harus bersaing dengan jutaan video hiburan.
Membangun reputasi di sini berarti menanam investasi jangka panjang. Itu melampaui sekadar menjadi pembuat konten video biasa. Anda bisa mendapatkan tawaran menjadi pembicara seminar, konsultan ahli, atau bahkan duta merek jangka panjang untuk perusahaan teknologi raksasa.
Tiga Cara Mengoptimalkan Profil agar Dilirik Klien Korporat
Pertama, ubahlah judul profil atau headline Anda menjadi kalimat penawaran jasa yang jelas. Alih-alih hanya menuliskan jabatan “Content Creator” saja. Tuliskan secara spesifik masalah apa yang bisa Anda selesaikan bagi klien. Misalnya, Membantu Brand Teknologi Menjangkau Gen Z Lewat Video Edukasi.
Baca juga: Panduan Upload TikTok Berkualitas agar Akun Tetap Bertumbuh dan Bertahan Lama
Kedua, manfaatkan fitur “Featured” untuk memamerkan portofolio terbaik, testimoni klien sebelumnya, atau studi kasus proyek yang sukses besar. Bagian ini berfungsi layaknya etalase toko premium yang meyakinkan pengunjung profil bahwa Anda adalah profesional yang berpengalaman dan berorientasi hasil.
Ketiga, mulailah aktif berjejaring dengan cara memberikan komentar cerdas pada postingan para manajer pemasaran atau direktur perusahaan target Anda. Interaksi yang bermutu dan konsisten akan membuat nama Anda diingat saat mereka sedang membutuhkan jasa pembuatan konten di kemudian hari.
Karena itu, jangan biarkan peluang ini terlewat begitu saja hanya karena Anda malas beradaptasi dengan gaya komunikasi profesional dunia bisnis online. Makanya, segeralah optimalkan profil LinkedIn agar Anda menjadi konten kreator yang berbeda dari yang lain. (Muhafid/r6/HR-Online)

14 hours ago
7

















































