Dedi Mulyadi Minta Aktivitas Penanaman Kelapa Sawit di Cirebon Dihentikan dan Ditutup 

2 days ago 13

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta pihak terkait untuk menghentikan dan menutup aktivitas penanaman Kelapa Sawit di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, peruntukan lahan di Kabupaten Cirebon bukan untuk komoditas Kelapa Sawit, sehingga pihak terkait harus mengganti dengan tanaman lainnya.

“Hentikan, tidak boleh berlanjut. Itu (lahan) di luar peruntukannya, ganti tanaman lainnya,” kata Dedi di Kota Bandung, Selasa (30/12/2025).

Meski begitu, Dedi mengaku belum mendapatkan dari pemerintah setempat mengenai aktivitas penanaman Kelapa Sawit di Kabupaten Cirebon. 

Baca Juga: Respons Pemprov Jawa Barat Soal Penanaman Kelapa Sawit di Cirebon 

Padahal, kata Dedi, apabila kepala desa setempat melapor kepadanya, persoalan itu bisa lebih cepat selesai. Mengingat, Dedi sebagai Gubernur Jawa Barat juga memiliki keterbatasan informasi.

“Yang di Cirebon, enggak ada yang lapor. Kan saya enggak mungkin tahu semua hal. Kalau kepala desa lapor, kan (bisa cepat) selesai. Tapi hari ini karena orang merasakan ada bencana, baru lah ngeuh (sadar),” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menambahkan, sebelum aktivitas aktivitas penanaman Kelapa Sawit di Kabupaten Cirebon menjadi perhatian, ia lebih dulu memberhentikan kegiatan yang sama di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.

Saat itu, Dedi meminta Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar untuk menghentikan aktivitas penanaman Kelapa Sawit di kawasan pegunungan.

“Enam bulan lalu, saya memberhentikan penanaman Kelapa Sawit di lereng Ciremai melalui Bupati Kuningan. Tapi saya sengaja enggak cerita ke mana-mana,” ucapnya.

Membuat Peraturan Gubernur atau Surat Edaran untuk Melarang Budi Daya Kelapa Sawit

Atas kejadian di Kabupaten Kuningan dan Cirebon, Dedi pun berencana membuat surat edaran atau peraturan gubernur untuk melarang budi daya Kelapa Sawit di Jawa Barat.

Sebab, Dedi menilai kondisi alam di Jawa Barat ini tidak cocok untuk budi daya Kelapa Sawit dan dampaknya sudah terasa lebih dulu di Kabupaten Sukabumi dan Subang yang mengalami kekurangan air.

“Saya sudah minta Kepala Dinas Perkebunan untuk merumuskan pergub atau surat edaran tentang larangan budi daya sejak hari ini di Jawa Barat. Dulu sudah ada, keluhan masyarakat di Subang dan Sukabumi itu kekurangan air,” tuturnya.

“Jawa Barat ini enggak cocok (untuk budi daya Kelapa Sawit), karena wilayah sempit dan kecil, sawit kan butuh areal yang luas. Yang cocok di Jawa Barat itu Karet, Teh, Kina, Kopi, dan lainnya,” kata Dedi menambahkan.

Sebagai informasi, dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 525/Kep.203-Disbun/2024, Kelapa Sawit tidak termasuk delapan komoditas unggulan di Jawa Barat.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Janji Bakal Revisi Kepgub Soal UMSK 2026

Delapan tanaman yang masuk komoditas unggulan yaitu, Cengkeh, Kakao, Karet, Kopi, Kelapa Dalam, Tebu, Teh, dan Tembakau. Sedangkan, Kepala Sawit masuk pada komoditas prospektif di Jawa Barat. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |