Gardens by the Bay Singapura, Ikon Taman Futuristik di Jantung Marina Bay

1 day ago 11

Gardens by the Bay Singapura ialah taman dengan desain futuristik yang mengusung konsep hijau dan menjadi salah satu kebanggaan Negeri Singa. Terletak di kawasan Marina Bay, pusat kota Singapura, destinasi ini menghadirkan perpaduan taman modern, teknologi canggih, dan konservasi lingkungan. Kawasan seluas lebih dari 100 hektar ini kerap disebut sebagai simbol visi City in a Garden yang dicanangkan Singapura sejak awal pembangunan kota modern.

Baca Juga: Kuliner di Singapura ini Mirip Makanan Indonesia

Sebagai ruang hijau perkotaan, taman ini bukan sekedar tempat rekreasi. Kehadirannya bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan kota, sekaligus memberi pengalaman wisata edukatif. Tak sedikit wisatawan menyebut taman ini sebagai contoh nyata bagaimana kota padat bisa tetap hidup selaras dengan alam.

Gardens by the Bay Singapura Lokasinya Strategis di Marina Bay Singapura

Garden By The Bay Singapore berlokasi di Marina Bay, salah satu kawasan paling ikonik. Akses menuju lokasinya terbilang sangat praktis bagi wisatawan. Rute paling umum adalah menggunakan MRT dan turun di Bayfront Station (CE1/DT16). 

Selanjutnya keluar melalui Exit B. Dari pintu keluar stasiun, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit. Kemudian pengunjung tiba di pintu masuk utama taman.

Jam operasional taman luar mulai sejak pukul 05.00 pagi hingga 02.00 dini hari, sehingga area terbuka bisa dinikmati hampir sepanjang hari. Untuk atraksi indoor seperti Cloud Forest dan Flower Dome, jam buka berlaku dari pukul 09.00 pagi hingga 09.00 malam waktu setempat. 

Harga tiket masuk bergantung pada pilihan atraksinya. Bagi wisatawan mancanegara, tiket kombinasi Cloud Forest dan Flower Dome berada di kisaran SGD 28-32. Anak-anak mendapatkan tarif yang lebih rendah. Untuk pembelian tiket secara daring sering disarankan guna menghindari antrean, terutama saat musim liburan atau weekend.

Konsep Futuristik dan Visi Kota Hijau

Pembangunan Gardens by the Bay Singapura berangkat dari visi menghadirkan kota yang menyatu dengan alam. Perwujudan konsep City in a Garden tersebut yakni melalui taman berskala besar yang memadukan hortikultura dan teknologi. Pembangunan taman ini mulai pada tahun 2006 silam dan buka secara resmi untuk publik pada 2012.

Semenjak buka, taman ini mendapat perhatian internasional. Berbagai penghargaan arsitektur dan lingkungan diraih karena desainnya yang inovatif. Konsep keberlanjutan diterapkan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan air hingga pemanfaatan energi terbarukan.

Baca Juga: Serba Murah Berlibur ke Singapore? Bisa!

Cloud Forest dan Flower Dome sebagai Daya Tarik Utama

Salah satu ikon Garden By The Bay Singapore ialah dua konservatori raksasa bernama Cloud Forest dan Flower Dome. Keduanya merupakan rumah kaca modern dengan sistem pengaturan iklim canggih. Teknologi ini memungkinkan pengunjung merasakan suasana alam dari berbagai belahan dunia dalam satu kawasan.

Cloud Forest menampilkan ekosistem pegunungan tropis dengan kelembapan tinggi. Di dalamnya terdapat air terjun buatan setinggi sekitar 35 meter yang mendapat julukan sebagai salah satu air terjun indoor tertinggi di dunia. Area ini juga memamerkan tanaman dataran tinggi seperti anggrek, pakis purba, dan tanaman karnivora.

Flower Dome menghadirkan koleksi flora dari wilayah Mediterania dan daerah kering. Pengunjung dapat melihat bunga musiman dari berbagai negara yang tampak artistik. Pameran bunga berganti tema secara berkala sehingga membuat setiap kunjungan terasa berbeda dan segar.

Supertree Grove sebagai Ikon Arsitektur Modern

Supertree Grove juga menjadi daya tarik paling kuat dari Gardens by the Bay Singapura. Struktur menyerupai pohon raksasa ini memiliki tinggi antara 25 hingga 50 meter. Total terdapat 18 Supertree yang tersebar di area taman utama.

Selain berfungsi sebagai taman vertikal, Supertree juga memiliki peran ekologis. Struktur ini dilengkapi panel surya dan sistem penampungan air hujan. Pada malam hari, area ini menjadi pusat pertunjukan cahaya dan musik yang populer sebagai Garden Rhapsody. Pertunjukan tersebut berlangsung secara rutin setiap malam.

Pertunjukan ini menjadi salah satu atraksi gratis paling populer. Banyak pengunjung sengaja datang sore hingga malam untuk menikmati perubahan suasana taman. Waktu malam hari menjadi puncak keramaian di area Supertree Grove.

The Meadow dan Ruang Terbuka

Gardens by the Bay Singapura memiliki area terbuka bernama The Meadow yang kerap digunakan untuk konser dan festival internasional. Artis dunia seperti Mariah Carey, Ed Sheeran, sampai grup K-pop sempat tampil di lokasi ini. The Meadow mampu menampung sampai 30.000 pengunjung serta rutin menjadi lokasi acara tahunan seperti Christmas Wonderland. Festival cahaya dan salju buatan ini menjadi daya tarik utama saat musim liburan akhir tahun.

Area Gratis dan Aktivitas Santai

Tidak semua area di Garden By The Bay Singapore berbayar. Sebab, wisatawan bisa menikmati taman luar, jalur pejalan kaki, dan area danau tanpa tiket. Dragonfly Lake dan Kingfisher Lake menjadi contoh area alami yang berfungsi sebagai habitat biodiversitas.

Pengunjung kerap memanfaatkan Boardwalk di sekitar danau untuk berjalan santai. Suasananya relatif tenang, terutama pada pagi hari. Banyak pengunjung lokal memanfaatkan area ini untuk olahraga ringan atau sekedar menikmati view kota.

Baca Juga: Sejarah Kota Batam, Dulunya Pulau Kosong Kini Jadi Kota Industri

Di tengah hiruk-pikuk Singapura, Gardens by the Bay menjadi ruang bernapas yang bernilai tinggi. Berkat lokasinya yang strategis di Marina Bay dan konsep hijau berkelanjutan, Gardens by the Bay Singapura bukan hanya berfungsi sebagai destinasi wisata. Tempat ini ialah salah satu wujud bagaimana kota besar mampu tumbuh namun tetap menjaga keseimbangan alam. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |