Heboh Pocong Bawa Parang di KBB Viral Bikin Panik, Ternyata Cuma Hasil Editan AI

2 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Suasana sempat mencekam di sejumlah wilayah Bandung Barat, mulai dari Ngamprah, Padalarang, Cipatat hingga Cikalongwetan. Pasalnya, media sosial diramaikan foto dan video sosok berbalut kain putih mirip pocong yang dikabarkan berkeliaran di malam hari sambil membawa senjata tajam parang.

Baca juga: Heboh Sosok Pocong di Bandung Barat, Polisi Tingkatkan Patroli 

Narasi yang beredar makin bikin merinding, sosok ini dikatakan mengetuk pintu dan jendela warga sebagai awalan aksi kejahatan.
Namun, kabar seram itu langsung dipatahkan polisi usai melakukan penyelidikan mendalam.

Polres Cimahi Pastikan Pocong Bawa Parang Hoaks

Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, memastikan semua gambar yang menyebar itu palsu alias hoaks. “Hasil cek kami jelas sekali, itu konten buatan warga Ngamprah. Foto dan videonya murni rekayasa pakai teknologi kecerdasan buatan atau AI,” tegas Teguh, Kamis (28/52026).

Dari penelusuran petugas, terungkap pembuat konten mengerikan itu adalah sekelompok remaja. Mereka kini sudah diamankan dan dimintai keterangan. Polisi juga sudah memberikan pembinaan agar mereka sadar perbuatannya bikin resah dan tidak mengulanginya lagi.

Baca juga: Fenomena Pocong Keliling Meresahkan di Jabar, Dedi Mulyadi Instruksikan Aktifkan Siskamling

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, menambahkan, meski berita ini sangat heboh, sampai detik ini tidak ada satupun laporan resmi dari warga yang benar-benar melihat atau menjadi korban. Tim juga sudah turun ke lokasi dalam foto dan memastikan tidak ada jejak kejadian nyata.

“Kami imbau warga tetap waspada. Tapi kalau memang ada kejadian nyata, jangan ragu langsung lapor ke kami. Jangan sampai takut sama hal yang belum pasti kebenarannya,” ujar Gofur.

Psikolog Ingatkan Masyarakat Berpikir Kritis

Menanggapi gampangnya kabar bohong menyebar luas, Psikolog sekaligus Guru Besar UI, Rose Mini Agoes Salim, mengingatkan masyarakat untuk punya kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, hoaks sengaja dibuat sensasional supaya memancing emosi dan rasa penasaran.

“Jangan asal klik bagikan. Kita harus biasakan cek dulu: ini fakta atau cuma karangan? Kalau tidak, kepanikan palsu bisa bikin kekacauan nyata,” jelas Rose.

Hal senada disampaikan Sosiolog Rakhmat Hidayat. Ia menilai fenomena ini cermin budaya sensasi di media sosial yang masih sangat tinggi. Menurutnya, aparat wajib cepat beri kejelasan dan rasa aman, sementara warga harus pintar menyaring informasi.

Baca juga: Polres Sumedang Pastikan Isu “Teror Pocong” Tidak Benar, Warga Diminta Tak Sebar Hoaks

“Cukup klarifikasi saja tidak cukup. Polisi harus tegas tindak pembuat onar, dan warga harus berani pakai logika, bukan cuma ikut emosi saja,” pesan Rakhmat.

Kini sudah jelas, sosok pocong bersenjata itu sama sekali tidak ada. Hanya kreasi digital yang keliru disebar dan bikin heboh satu daerah. Pelajaran pentingnya: jangan mudah percaya konten viral sebelum buktinya nyata. (Juhaeri/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |