Hikmah Puasa Rajab sebagai Bekal Ramadhan bagi Umat Islam

3 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Hikmah puasa rajab bagi umat Islam sangat banyak sekali. Terutama bagi mereka yang ingin memperoleh pahala berlimpah. Dalam ajaran Islam, bulan ini dalam kalender Islam bukan hanya waktu biasa sebagaimana dalam masehi. Namun, menjadi salah satu bulan haram atau yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Karena menjadi salah satu dari empat bulan haram yang ditetapkan oleh Allah SWT, di masa ini, setiap amal saleh memiliki bobot pahala yang lebih besar. Begitu pula sebaliknya dengan perbuatan dosa. Oleh sebab itu, banyak Muslim berlomba meraih keberkahan dengan berbagai hal baik. Mereka juga meningkatkan ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hikmah Agung Puasa di Bulan Rajab 

Secara esensial, Rajab dianggap sebagai gerbang pembuka menuju bulan suci Ramadhan. Para ulama sering menggunakan analogi indah dalam menggambarkan rangkaian waktu ini. Rajab adalah bulan menanam benih, Sya’ban adalah masa menyiram, dan Ramadhan adalah waktu memanen. Tanpa proses menanam di bulan Rajab, mustahil seorang hamba dapat memanen ketaqwaan maksimal saat Ramadhan tiba.

Baca juga: Hadits Puasa Muharram dan Keutamaannya, Muslim Wajib Tahu

Di sinilah letak utama hikmah puasa Rajab. Ibadah ini berfungsi sebagai latihan pemanasan (tadrij). Ini agar jiwa tidak kaget saat menghadapi intensitas ibadah di bulan puasa nanti. Dengan membiasakan diri menahan lapar dan dahaga sejak dini, kondisi spiritual seorang Muslim akan menjadi lebih prima. Hati menjadi lebih bersih dan siap menyambut limpahan berkah Ramadhan.

Berbeda dengan puasa wajib, pelaksanaan puasa Rajab memiliki keluwesan tersendiri. Tidak ada ketentuan kaku mengenai jumlah hari, sehingga umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kemampuan. Anda dapat menggabungkannya dengan jadwal puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (pertengahan bulan), atau puasa Daud.

Namun, Rasulullah SAW menganjurkan agar tidak berpuasa satu bulan penuh layaknya Ramadhan, melainkan memberikan jeda hari. 

Terkait niat, karena ini adalah ibadah sunnah, lafaz niat yang intinya menyengaja berpuasa sunnah bulan Rajab karena Allah SWT masih boleh diucapkan pada malam hari hingga sebelum tergelincirnya matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Menyikapi Dalil Balasan Bulan Rajab

Sebagai Muslim yang cerdas, kita perlu memahami secara utuh dalam memahami landasan dalil. Banyak beredar informasi mengenai balasan spesifik puasa Rajab, seperti jaminan surga, minum dari sungai susu, atau penghapusan dosa ratusan tahun hanya dengan puasa beberapa hari.

Baca juga: Puasa dalam Islam, Pengertian hingga Jenisnya

Berdasarkan kajian mendalam dari para pakar hadits, seperti Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, mayoritas riwayat yang menjanjikan angka-angka fantastis tersebut statusnya lemah (dhaif). Bahkan ada yang palsu. 

Tidak ada hadits shahih yang secara khusus mengikat keutamaan puasa Rajab dengan ganjaran bilangan tertentu. Meskipun demikian, bukan berarti kita dilarang berpuasa. Namun, kita niat sebagai puasa sunnah mutlak di bulan haram (mulia).

Selain itu, sikap terbaik adalah tetap beramal dengan niat tulus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjauhi maksiat. Lakukan tanpa harus meyakini iming-iming pahala spesifik yang dalilnya diperdebatkan para ulama. Sehingga, puasa di bulan Rajab ini adalah momentum emas untuk introspeksi, revitalisasi iman dan mendapatkan hikmah. Karena itu, mari kita manfaatkan waktu mulia ini dengan memperbanyak amal saleh untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |