harapanrakyat.com,- Holis Muhlisin, warga yang menjadi korban intimidasi keluarga Kepala Desa (Kades) di Garut, Jawa Barat, mengaku diminta datang ke rumah sang Kades setelah video kritik jalan rusak yang diunggahnya viral di media sosial. Panggilan yang ia terima justru berbuah makian dari enam anggota keluarga Kades di rumah tersebut.
Holis (31), warga Kampung Babakan Gadog, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pria yang menjadi korban dalam video intimidasi keluarga Kades Garut ini sehari-hari berprofesi sebagai pedagang telur ayam yang memasok ke warung-warung kecil.
Korban Intimidasi Keluarga Kades Ungkap Kronologi Kejadian
Holis menceritakan awal mula intimidasi itu, ketika dirinya dipanggil ke kediaman Kades. Ia tidak menyangka akan dimaki-maki oleh istri, anak, menantu, hingga ponakan Kades setibanya di halaman rumah tersebut.
Baca juga: Geger Keluarga Kades Intimidasi Warga Garut karena Konten Jalan Rusak, Ini Kata Bupati
“Awalnya terjadi di halaman rumah Pak Kades, jadi dipanggil sama kawan suruh datang ke rumah Pak Kades.Pekerjaan saya kan sebagai pemasok telur ke warung-warung kecil, nah setiap hari melewati jalan yang rusak itu,” uangkapnya, Senin (5/1/26).
Holis menjelaskan, kondisi jalan rusak di daerahnya sudah berlangsung lama. Hampir semua jalan desa tidak layak karena hanya beralaskan batu dan tanah.
Terkait saran untuk duduk bersama dan islah dengan keluarga Kades, Holis menyatakan telah memaafkan perbuatan tersebut. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah atau penegak hukum apabila Kades harus menerima sanksi.
“Jalan desa yang rusak itu panjangnya hampir banyak. Dari awal saya sudah memaafkan. Tetapi apabila ada dari Pemerintah mau ada pemberian sanksi atau dari aparat penegak hukum mau ada tindakan, ya itu terserah Pemerintah atau aparat,” imbuhnya.
Baca juga: Dana Desa di Garut Turun Jadi Rp 370 Juta Akibat KopDes Merah Putih
Holis menyebut ada enam orang yang melakukan intimidasi, termasuk istri, anak, menantu, dan ponakan Kades. Bahkan, orang yang merekam video caci maki tersebut merupakan orang suruhan yang diperintah keluarga kepala desa. Ironisnya, video yang seharusnya menjadi alat untuk mengintimidasi Holis justru berbalik viral dan menuai sorotan dari publik. “Ada enam orang, jadi ada istrinya, anaknya, menantu, ponakan, sama yang lainnya. Sebetulnya yang merekam video itu orang suruhan Pak Kades,” tutupnya. (Pikpik/R6/HR-Online)

1 day ago
13

















































