harapanrakyat.com,- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah nyata dalam memperluas akses lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. Mengusung semangat “jemput bola”, kementerian ini secara aktif menghubungi sekitar 100 lulusan perguruan tinggi penyandang disabilitas, untuk diikutsertakan dalam Program Pemagangan Nasional Angkatan I.
Baca Juga: Cara Daftar Bantuan TKM Pemula 2026 Kemnaker di SIAPkerja, Cek Syaratnya di Sini!
Kebijakan afirmatif ini, menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam mengakses peluang karier. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan, bahwa negara harus proaktif dalam menciptakan ekosistem kerja yang setara.
Yassierli mengungkapkan bahwa proses rekrutmen ini dilakukan dengan menelusuri basis data dari Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Kisnet). “Kami tidak ingin sekadar menunggu pendaftar datang. Kami melakukan langkah afirmatif dengan melacak data lulusan penyandang disabilitas melalui kementerian terkait, lalu menghubungi mereka satu per satu,” katanya dilansir Suara, usai acara penutupan Program Pemagangan Nasional batch ketiga di kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (18/6/2026)
Baca Juga: Syarat dan Peluang Magang Teknis ke Jepang Lewat Kerja Sama Kemnaker-Miyazaki
Komitmen Merangkul Difabel di Program Magang Nasional
Upaya jemput bola tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi para lulusan difabel dalam dunia kerja. Menurut Yassierli, respons yang diterima sangat beragam, mencerminkan kompleksitas hambatan yang dialami oleh kelompok difabel dalam meniti karier.
“Ada yang sudah mendapatkan pekerjaan, ada yang belum tertarik karena belum memahami skema magang, bahkan ada yang tidak merasa perlu dikategorikan sebagai difabel. Namun, dari proses komunikasi intensif tersebut, sebagian besar akhirnya bersedia mengikuti program pemagangan nasional ini,” jelasnya.
Program Pemagangan Nasional yang digulirkan sejak Oktober 2025 ini memang didesain sebagai wadah inklusif. Kemnaker tidak hanya menyiapkan kuota khusus bagi penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi contoh dengan menyerap sejumlah lulusan difabel untuk bekerja langsung di lingkungan kementerian.
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi sektor swasta dan industri lain untuk lebih terbuka dalam memberikan kesempatan kerja yang adil. Bagi Kemnaker, Program Pemagangan Nasional ini memberikan ruang bagi penyandang disabilitas. Jadi, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi sumber daya manusia yang bernilai tinggi.
Baca Juga: Transformasi Balai Latihan Kerja Kemnaker: Menjadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis Modern
“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk berkembang dimiliki oleh siapa saja, termasuk adik-adik lulusan perguruan tinggi penyandang disabilitas. Di Kemnaker sendiri, kami telah membuktikan dengan menyerap tenaga magang dari rekan-rekan difabel,” pungkas Yassierli. (Adi/R5/HR-Online)

8 hours ago
8

















































