harapanrakyat.com,- Sebuah peristiwa memilukan menimpa seorang remaja berinisial F (13) di Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Saat asyik mengejar layang-layang yang terlepas, nasib sial menimpanya ketika lengan kirinya tertancap pada ujung pagar besi yang runcing seperti tombak. Kejadian berlangsung Rabu petang (10/6/2026) sekitar pukul 17.15 WIB di kawasan Jalan Cempaka.
Awalnya, bocah itu berusaha mengambil layang-layangnya yang tersangkut di halaman rumah warga. Tanpa berpikir panjang, ia memanjat pagar pembatas, namun terpeleset dan lengannya tepat tertusuk besi yang runcing. Akibatnya, ia terjebak dalam posisi berdiri dan tidak bisa bergerak bebas.
Baca Juga: Berkat Dana Cukai Tembakau, 5.448 Buruh Tani Cimahi Terlindungi Jaminan Sosial
Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung mendatangi lokasi. Melihat kondisi korban yang terluka dan mulai lemas, mereka hanya berani menopang tubuhnya saja. Tidak ada yang berani menarik atau memotong besi secara sembarangan, khawatir lukanya makin parah dan berisiko menimbulkan pendarahan hebat.
Menyadari butuh penanganan khusus, warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung melakukan penilaian kondisi.
“Besi itu menancap cukup dalam, memang mengkhawatirkan. Korban juga sudah mulai syok dan terlihat sangat kesakitan,” ujar Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP-Damkar Cimahi, Aep Mulyana, Kamis (11/6/2026), di kantornya.
Demi keamanan, petugas memutuskan untuk tidak mencabut besi tersebut secara langsung. Sebaliknya, mereka bekerja sangat hati-hati memotong bagian ujung pagar yang menancap menggunakan alat gerinda. Proses ini dilakukan pelan-pelan agar tidak menimbulkan getaran yang bisa memperparah luka.
Setelah bagian besi terpotong, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Ia masih harus menjalani perawatan dengan potongan besi yang masih menempel di lengannya agar dokter bisa menanganinya dengan tepat dan aman.
Petugas menekankan bahwa aktivitas mengejar layang-layang yang terlepas memiliki risiko tinggi. Anak-anak sering kali tidak sadar akan bahaya di sekitarnya, seperti pagar tajam, selokan dalam, hingga kendaraan yang lewat.
“Kami mengimbau para orang tua untuk selalu mengawasi dan mengarahkan buah hatinya. Jangan biarkan mereka mengejar layangan yang terbang jauh ke tempat berbahaya. Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari,” tegas Aep. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

7 hours ago
9

















































