harapanrakyat.com,- Aksi unjuk rasa warga Kaliki, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026), berlangsung cukup tegang. Massa yang datang untuk mempertanyakan kejelasan proyek Stadion Kaliki yang belum tuntas itu juga menyoroti ketidakhadiran Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya.
Ketegangan terjadi ketika warga meminta Kepala Dinas PUTRLH hadir langsung menemui massa. Namun, yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sedang menjalankan tugas dinas luar. Untuk menjembatani komunikasi, Sekretaris Dinas PUTRLH Ruslan Munawar melakukan panggilan video dengan Kepala Dinas di hadapan para demonstran.
Dalam suasana yang memanas, sempat terlontar sejumlah pernyataan dari warga yang ditujukan kepada Kepala Dinas. Belakangan muncul informasi mengenai rencana pelaporan terhadap salah seorang peserta aksi terkait ucapan yang dianggap menyinggung.
Perwakilan massa aksi, Mumuh Muhaemin, menyayangkan jika kritik masyarakat justru direspons dengan langkah hukum. Menurutnya, warga selama ini hanya menuntut kejelasan atas berbagai janji yang belum terealisasi.
“Kalau Kepala Dinas merasa tersinggung dengan ucapan spontan masyarakat, bagaimana dengan masyarakat yang tersinggung karena janji-janji yang belum direalisasikan? Fakta integritas sudah dibuat, kemudian terjadi pergantian pejabat dan pembahasan kembali diulang dari awal,” ujar Mumuh.
Baca Juga: Unik! Emak-Emak Ngaliwet di Tengah Demo, Protes Proyek Stadion Kaliki Tasikmalaya yang Mangkrak
Ia juga menyoroti ketidakhadiran Kepala Dinas dalam aksi tersebut. Menurutnya, aksi yang digelar saat ini sebelumnya sempat ditunda karena adanya permintaan agar warga memberikan waktu kepada dinas untuk melakukan pertemuan.
“Awalnya aksi ini akan dilakukan pekan lalu. Namun kami menunda karena ada informasi bahwa Kepala Dinas akan menemui warga hari ini. Tapi ternyata tidak hadir,” katanya.
Kata DPRTLH Kabupaten Tasikmalaya Soal akan Melaporkan Aksi Warga Kaliki
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Ruslan Munawar, membantah adanya rencana pelaporan terhadap peserta aksi.
“Perihal akan melaporkan massa aksi tidak ada. Itu hanya salah persepsi. Saya juga kurang jelas terkait siapa yang disebut akan dilaporkan. Saat itu saya hanya membahas persoalan teknis sarana dan prasarana,” ujar Ruslan.
Baca Juga: Stadion Kaliki Mangkrak Jadi Sarang Maksiat, Warga Geruduk Kantor DPUTRPRKPLH Tasikmalaya
Hingga aksi berakhir, warga Kaliki tetap mendesak pemerintah daerah agar segera memberikan kepastian terkait penyelesaian proyek yang menjadi tuntutan mereka. Selain itu, masyarakat berharap komunikasi antara pemerintah dan warga dapat berjalan lebih terbuka guna menghindari kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik di lapangan. (Rafi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

4 hours ago
8

















































