Klarifikasi dan Permohonan Maaf Manajemen Tasik Raya U-15 Pasca Kericuhan Piala Soeratin di Garut

13 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Manajemen Tasik Raya U-15, akhirnya memberikan klarifikasi resmi serta menyampaikan permohonan maaf pasca-insiden kericuhan yang terjadi saat bertanding dalam lanjutan Piala Soeratin U-15 di Sarana Olah Raga (SOR) atau Stadion Jayaraga, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (22/8/2026).

Laga yang mempertemukan Tasik Raya U-15 melawan Banjar Patroman FA tersebut sempat diwarnai ketegangan. Pihak manajemen Tasik Raya menyampaikan penyesalan mendalam atas ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden tersebut.

Permohonan Maaf Resmi Manajemen Tasik Raya U-15

Dalam keterangan tertulis yang diterima harapanrakyat.com pada Minggu (23/8/2026), pihak manajemen Tasik Raya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh pihak yang terganggu atas insiden tersebut.

Baca Juga: Ricuh Sepak Bola Piala Soeratin di SOR Jayaraga Garut, Terungkap Panitia Tak Kirim Rekomendasi Pengamanan

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami dari pihak Tim TASIK RAYA Piala Soeratin U-15 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa terganggu, atau tidak nyaman atas kejadian yang terjadi dalam pertandingan TASIK RAYA VS BANJAR PATROLMAN FA di Piala Soeratin U-15 Stadion Jayaraga Garut”.

Selain meminta maaf, manajemen Tasik Raya U-15 juga memaparkan faktor pemicu ketegangan di lapangan. Salah satunya beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan tim, sehingga memicu reaksi emosional dari para pemain.

“Kami perlu menyampaikan klarifikasi bahwa dalam pertandingan tersebut, kami merasakan adanya beberapa keputusan kepemimpinan wasit yang sangat merugikan tim kami, dan menimbulkan rasa kecewa. Serta ketidakpuasan di dalam tim. Kondisi tersebut kemudian membuat beberapa pemain terbawa emosi dan bereaksi di lapangan”.

Meski merasa kecewa, pihak ofisial dan manajemen menegaskan telah berupaya maksimal untuk menenangkan situasi agar kericuhan tidak semakin memanas di lapangan.

“Namun demikian, kami menyadari bahwa emosi tetap harus dapat dikendalikan, terlebih dalam sebuah pertandingan resmi. Dari pihak tim, pelatih, official, dan manajemen telah berusaha semaksimal mungkin untuk meredakan, serta merelai pemain agar situasi tidak semakin memanas”.

Baca Juga: Menakar Kesiapan Persib Bandung; Skuad Tebal Jadi Kunci Hadapi Empat Kompetisi

Soroti Lemahnya Sistem Keamanan Stadion

Tak hanya menyoroti jalannya pertandingan, manajemen Tasik Raya U-15 juga menyayangkan minimnya pengamanan dari pihak panitia pelaksana di Stadion Jayaraga Garut, yang dianggap belum memenuhi standar regulasi keselamatan pertandingan resmi.

“Kami juga menyayangkan kondisi pengamanan pertandingan yang menurut pandangan kami belum sesuai dengan ketentuan keamanan sebagaimana tercantum dalam regulasi. Pada saat kejadian, kami tidak melihat pengamanan yang memadai. Hanya terdapat beberapa orang yang menggunakan pakaian preman”.

“Hal ini tentunya menjadi perhatian bersama. Karena pertandingan sepak bola, khususnya kompetisi resmi, membutuhkan sistem keamanan yang jelas dan memadai untuk menjaga keselamatan seluruh pemain, official, perangkat pertandingan, maupun penonton”.

Komitmen Evaluasi Bersama Demi Kemajuan Sepak Bola

Baca Juga: Piala Soeratin di Stadion Jayaraga Garut Ricuh, Laga Tasik Raya FC vs Banjar Patroman FA Berakhir Chaos

Pihak manajemen Tasik Raya U-15 menekankan bahwa klarifikasi ini bukan ditujukan untuk menyalahkan satu pihak tertentu. Tetapi sebagai momentum evaluasi dan introspeksi menyeluruh bagi semua elemen yang terlibat. Baik panitia pelaksana, perangkat pertandingan, maupun tim itu sendiri.

“Klarifikasi ini bukan untuk menyalahkan satu pihak, melainkan sebagai bahan evaluasi bersama. Kami percaya bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kekurangan”.

“Panitia pelaksana perlu mengevaluasi aspek keamanan dan pengelolaan pertandingan. Perangkat pertandingan perlu menjaga profesionalitas, objektivitas, dan komunikasi dalam memimpin pertandingan”.

“Tim, pemain, pelatih, dan official juga harus terus belajar mengendalikan emosi. Serta menjunjung tinggi sportivitas dalam kondisi apapun”.

Manajemen Tasik Raya U-15 berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga agar kualitas kompetisi sepak bola usia muda ke depan dapat berjalan dengan lebih tertib, profesional, aman, dan adil.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar kedepannya pertandingan dapat berjalan lebih aman, tertib, professional. Dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas”.

Baca Juga: Turnamen Sepak Bola di Tasikmalaya Diwarnai Keributan Penonton

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang terlibat dalam Piala Soeratin U-15, dan menyerahkan evaluasi serta penilaian terhadap kejadian ini kepada pihak yang berwenang”.

“Sekali lagi, kami memohon maaf atas segala kekurangan dan ketidaknyamanan yang terjadi. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai momentum untuk sama-sama mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan. Serta membangun sepak bola yang lebih baik, adil, aman, dan bermartabat. Salam olahraga. Junjung tinggi sportivitas. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |