Persib Bandung bersiap menatap musim kompetisi baru dengan tantangan yang jauh lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Maung Bandung dipastikan harus membagi fokus ke dalam empat ajang sekaligus, yakni Liga Super, Piala Liga, kompetisi tingkat ASEAN, hingga panggung Asia.
Baca Juga: Sandy Walsh Langsung Nyetel Bareng Skuad Persib, Ini Rahasianya
Jadwal yang sangat padat ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang matang. Pemerhati Persib Bandung sekaligus jurnalis dan Sekjen BOBOKO (Bobotoh Kolot) Distrik Kuningan, Erix Exvrayanto menilai, bahwa kekuatan starting eleven (sebelas pemain utama) saja tidak akan cukup untuk menjaga konsistensi permainan sepanjang musim.
“Persib musim ini menyiapkan tim dengan kedalaman skuad yang kuat banget, karena akan menghadapi empat kompetisi,” ujar Erix saat diwawancarai redaksi harapanrakyat.com, Minggu (23/8/2026).
Kesiapan Persib Bandung Hadapi Liga 1 2026/2027, Status Juara Bertahan Jadi Beban?
Persoalannya bukan hanya jumlah pertandingan yang semakin banyak. Namun status Persib sebagai juara bertahan tiga kali berturut-turut, membuat setiap lawan punya motivasi berbeda ketika berhadapan dengan Maung Bandung.
“Semua tim sekarang itu ingin mengalahkan Persib. Tim mana pun ingin mengalahkan Persib,” ungkap Bobotoh dari Kuningan ini.
Menurut Erix, Persib kini menghadapi situasi ketika lawan seolah punya target khusus setiap kali berjumpa mereka. Sehingga, klub harus menyiapkan skuad yang mampu bertahan menghadapi tekanan tersebut sepanjang musim.
“Kalau boleh kalah sama tim lain, jangan cuma Persib. Itu pasti yang ada di benak setiap pesaing Persib saat ini,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap pemain pelapis berkualitas menjadi sangat penting. Terlebih jadwal padat berpotensi memunculkan akumulasi kartu, cedera, kelelahan hingga rotasi karena tuntutan pertandingan.
Sekjen BOBOKO Kuningan melihat Persib Bandung sudah mengantisipasi hal tersebut dengan segala persiapan. Salah satunya, memiliki pemain yang bukan hanya berjumlah banyak, tetapi juga punya kemampuan bermain di beberapa posisi.
“Makanya Persib tahu, untuk bisa bertahan konsisten harus punya pemain-pemain yang banyak di tiap lini. Bahkan tipikal pemain versatile yang bisa main di banyak posisi,” kata Erix.
Pemain serbabisa menjadi aset penting karena ketika satu pemain absen, pelatih tidak harus mengubah struktur permainan secara drastis hanya untuk mencari pengganti. “Kalau satu kena akumulasi atau cedera, ada yang bisa langsung masuk menggantikan,” tuturnya.
Thom Haye dan Marc Klok Absen, Persib Tak Perlu Panik?
Kekuatan kedalaman skuad itulah yang menurut Erix membuat Persib tidak terlalu bergantung pada satu atau dua nama besar. Termasuk ketika pemain seperti Thom Haye maupun Marc Klok harus absen.
“Thom Haye absen, nggak masalah. Marc Klok absen juga nggak masalah, misalnya karena cedera atau akumulasi kartu,” katanya.
Bukan berarti kehilangan pemain utama tidak berdampak. Persib disebut sudah memiliki alternatif yang cukup, untuk menjaga level permainan agar tidak turun terlalu jauh ketika rotasi harus dilakukan.
Persiapan tersebut bahkan sudah terlihat sejak awal karena Persib Bandung menjadi salah satu tim yang bergerak cepat menyiapkan skuad, dan melakukan gebrakan di bursa transfer tanpa terlalu banyak suara.
“Persib betul tim pertama yang banyak melakukan gebrakan secara silent, diam-diam untuk bisa membeli pemain,” ujar Erix.
Hasilnya mulai terlihat dari komposisi lini serang yang semakin ramai, dengan sejumlah pemain memiliki karakter berbeda. Sehingga pelatih punya banyak pilihan sesuai kebutuhan pertandingan.
“Kalau lihat di sayap, penuh tuh. Ada Saddil Ramdani, ada Ragnar, ada Berguinho, Barros yang kuat menyerang sampai membantu pertahanan,” katanya.
Belum berhenti sampai sana, Persib masih punya Beckham Putra serta sejumlah pemain lain yang bisa digunakan untuk kebutuhan senjata berbeda. Sementara kehadiran Mariano Peralta dan Luka Menalo membuat opsi serangan Maung Bandung semakin beragam. “Terlebih hadirnya Peralta dan Menalo, makin ajib bae Persib,” puji Erix.
Baca Juga: Igor Tolic Punya PR Besar, 5 Rival Persib Ini Bisa Mengganggu Perburuan Gelar Super League 2026/2027
Empat Kompetisi, Satu Skuad Harus Siap
Persib kini harus membagi tenaga untuk menghadapi Liga Super, Piala Liga, kompetisi ASEAN hingga panggung Asia. Tentunya ini sebuah situasi yang menuntut pelatih melakukan rotasi dengan perhitungan matang.
Menurut Erix, persaingan internal di skuad Persib juga semakin ketat. Karena pelapis tidak lagi sekadar pemain cadangan yang kualitasnya jauh dari starter.
“Jadi tinggal pilih mau main di Piala Liga, Liga 1, ASEAN sampai kompetisi Asia. Semua sudah ditentukan sama pelatih,” katanya.
Kedalaman itu membuat satu posisi bisa memiliki lebih dari dua pemain dengan kualitas yang relatif berimbang. Sehingga, rotasi bukan lagi sekadar pilihan darurat ketika pemain utama mengalami masalah. “Dalam satu posisi bukan cuma dua pelapis yang punya kekuatan sama, bisa tiga bahkan empat,” ujar Erix.
Karena itu, ia menilai Persib Bandung memiliki persiapan dan modal yang sangat kuat untuk menghadapi musim panjang. Terutama ketika tim-tim lain mulai kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera, akumulasi maupun kelelahan. “Sudah nggak ada obat dah kekuatan Persib musim ini,” katanya.
Tujuh Pemain Absen Belum Tentu Bikin Persib Goyang
Bagi Erix, kebutuhan memiliki sekitar 30 pemain dengan kualitas yang relatif merata bukan sekadar untuk memenuhi jumlah skuad, tetapi menjadi investasi penting ketika kalender kompetisi mulai semakin padat.
“Perlu 30 pemain yang kualitasnya sama, itu bakal sangat berpengaruh,” ujarnya.
Situasi tersebut bisa menjadi pembeda, karena kehilangan enam atau tujuh pemain sekaligus mungkin membuat tim lain kelimpungan. Sedangkan Persib Bandung dengan segala persiapannya masih memiliki sejumlah opsi untuk menjaga komposisi tim.
Keyakinan tersebut bukan muncul tanpa alasan. Sebab musim lalu, Persib juga sempat kehilangan sejumlah pemain pilar, tetapi tetap mampu menjaga performa hingga kembali mengangkat trofi.
“Musim kemarin saja Persib banyak kehilangan key players atau pemain pilarnya, tapi tetap bisa juara lagi,” tutur Erix.
Baca Juga: Persib Jor-joran di Bursa Transfer Pemain, Maung Bandung Siap Mencakar Asia!
Pengalaman dan persiapan tersebut menjadi modal penting bagi Persib Bandung memasuki musim baru, ketika lawan semakin agresif, jadwal semakin padat dan tuntutan untuk mempertahankan status sebagai juara semakin besar. “Jadi kita tunggu saja bagaimana hasilnya musim ini,” ucapnya. (Adi/R5/HR-Online)

14 hours ago
10

















































