Manajemen BIJB Kertajati Buka Suara Terkait Rencana Pengalihan ke Kemenhan

9 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Manajemen PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati memberikan respons terkait rencana pengalihan pengelolaan bandara kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan). 

Saat ini, salah satu BUMD Jawa Barat itu lebih memilih untuk menunggu dan akan mengikuti keputusan dari pemerintah pusat mengenai pengalihan pengelolaan BIJB Kertajati.

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara September 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT BIJB, Ronald H. Sinaga, tidak menampik pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengenai pengalihan pengelolaan BIJB Kertajati ke Kemenhan sudah 90 persen.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur itu benar, kami selaku pelaksana tentu ikut saja dan menunggu keputusan dari pimpinan selaku pemegang kebijakan,” kata Ronald, Selasa (30/6/2026).

Tantangan Arus Kas dan Penurunan Armada Pesawat

Di balik bergulirnya rencana itu, Ronald mengakui bahwa kondisi operasional dan keuangan BIJB Kertajati ini memang sedang menghadapi tantangan serius. 

Ia menyebut, saat ini BIJB Kertajati sedang menghadapi minimnya arus kas atau cash flow akibat sepinya aktivitas penerbangan. “Tantangan BIJB Kertajati itu pergerakan pesawat hingga berimbas pada cash flow,” ucapnya.

Ronald berujar, lesunya pergerakan pesawat di BIJB Kertajati dipengaruhi oleh berbagai faktor, satu di antaranya kondisi industri penerbangan nasional.

Baca juga: Menanti Keputusan Rencana Tukar Guling BIJB Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara

Saat ini, terjadi penurunan drastis jumlah armada pesawat yang beroperasi di Indonesia, dari yang semula mencapai 750 kini hanya tersisa sekitar 308 unit pesawat. “Saat ini yang beroperasi itu kurang lebih ada 308 dari semula 750 pesawat se-Indonesia,” ujarnya.

Selain menurunnya armada yang beroperasi, lonjakan biaya operasional yang cukup signifikan juga membebani maskapai penerbangan. Sehingga, harga bahan bakar avtur, nilai tukar mata uang, hingga harga suku cadang pesawat mengalami kenaikan. “Tingginya biaya produksi ini berdampak langsung pada meroketnya harga tiket di pasaran,” tuturnya.

Ia menambahkan, menurunnya daya beli masyarakat terhadap tiket transportasi udara juga memperparahnya kondisi BIJB Kertajati. Situasi makro inilah yang dinilai Ronald berimbas langsung pada pendapatan BIJB Kertajati yang sangat bergantung pada intensitas lepas landas dan pendaratan pesawat. (Reza/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |