Tampak Bersalju, Jalan Raya Padalarang-Cianjur Ternyata Hanya Tertutup Debu Batu Kapur 

10 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Pemandangan tak biasa menyapa warga yang melintas di Jalan Raya Padalarang–Cianjur, tepatnya di wilayah Kampung Pamucatan, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Seluruh permukaan jalan, atap rumah, pagar, hingga dedaunan di pinggir jalan berubah warna menjadi putih bersih. Hal ini persis seolah tertutup hamparan salju tebal layaknya di negara beriklim dingin.

Baca juga: Viral Dugaan Transaksi Narkoba di Cihampelas KBB, Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam

Pemandangan unik ini pun dengan cepat menyebar luas di media sosial, membuat banyak orang terpesona sekaligus bertanya-tanya. Padahal, kawasan pegunungan ini tentu tidak mungkin turun salju. Namun, lapisan putih halus yang menutupi segala benda di sepanjang jalan itu ternyata bukan butiran es. Itu merupakan tumpukan debu halus yang berasal dari kegiatan industri setempat.

Partikel berwarna putih itu sangat mudah terbawa angin dan menempel pada apa saja yang ada di sekitarnya, mulai dari bodi kendaraan, kaca jendela, hingga perlengkapan pengendara yang melintas. Jika dibiarkan menumpuk, pemandangan indah ini justru menyimpan risiko gangguan kenyamanan. Selain itu, ada risiko gangguan kesehatan bagi warga yang tinggal di sekitarnya.

Jalan Seperti Salju dari Sisa Pengolahan Batu Kapur

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Adjie, membenarkan hasil penelusuran pihaknya ke lokasi yang menjadi sorotan publik itu. Ia memastikan bahwa lapisan putih yang menyelimuti lingkungan sekitar sepenuhnya berasal dari sisa pengolahan batu kapur.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenarannya, dan dipastikan itu berasal dari aktivitas pabrik pengolahan batu kapur di kawasan tersebut,” ujar Ibrahim, Selasa (30/6/2026).

Baca juga: Eceng Gondok Seluas 120 Hektare di Waduk Saguling Bandung Barat Mulai Dibersihkan, 350 Personel Dikerahkan

Menyikapi kejadian ini, petugas juga telah melakukan pemeriksaan mendatangi lokasi industri yang diduga menjadi sumber masalah. Pihak pengelola perusahaan pun sudah dipanggil dan diminta memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Dari pengecekan awal ditemukan kejanggalan yang menjadi penyebab utama menyebarnya debu ke pemukiman. Perusahaan tersebut ternyata belum dilengkapi dengan peralatan penghisap debu yang memadai di ruang produksinya. Oleh karena itu, butiran halus batu kapur mudah terbang terbawa angin hingga meluas ke jalan raya.

“Tidak ada sistem penyerapan debu yang berfungsi baik, sehingga partikel halus itu menyebar bebas dan menurunkan kualitas udara di sekitar kawasan,” jelas Ibrahim. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti hal ini agar tidak terus mengganggu lingkungan dan aktivitas warga sekitar. (Juhaeri/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |