Menuju Generasi Emas, DKBP3A Pangandaran Percepat Penurunan Stunting Lewat Verval KRS

1 day ago 9

harapanrakyat.com,- Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Salah satunya DKBP3A Pangandaran melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting (Verval KRS). Pelaksanaan Verval KRS merupakan langkah strategis yang krusial sebagai fondasi intervensi pembangunan sumber daya manusia yang tepat sasaran.

Melalui pendataan yang akurat dan terbarui, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berupaya memastikan bahwa bantuan sosial, edukasi gizi, serta layanan kesehatan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting hingga di bawah 14 persen.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, Kabupaten Pangandaran menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Jumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) pada tahun 2024 tercatat sebanyak 9.134 keluarga. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 6.156 keluarga dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 15.290 keluarga.

Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan intervensi sensitif yang dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor perangkat daerah (SKPD) serta mitra kerja terkait.

Sementara itu, hasil Verval KRS Tahun 2025 hingga kini masih menunggu rilis resmi data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menetapkan fokus utama program tahun 2025, di antaranya peningkatan akurasi data secara real-time.

Kemudian penguatan kolaborasi lintas sektor melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kabupaten hingga desa. Pemerintah juga melakukan penguatan intervensi sensitif dan spesifik berupa bantuan pangan bergizi. Program ini selaras dengan perbaikan sanitasi dan akses air bersih di wilayah kantong stunting.

Kepala DKBP3A Pangandaran Sebut Penurunan Stunting Dilakukan Lintas Sektor

Kepala DKBP3A Kabupaten Pangandaran, Agus Maliana mengatakan, bahwa keberhasilan penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata. Namun juga hasil kerja bersama melalui aksi konvergensi lintas sektor.

“Verval KRS bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen kunci agar program-program yang diluncurkan benar-benar efektif dan tepat sasaran. Kita ingin memastikan anak-anak di Pangandaran tumbuh sehat dan cerdas sebagai bekal menuju generasi emas masa depan,” kata Agus, Rabu 7 Januari 2025.

Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB. Tim ini bertugas melakukan pendampingan langsung kepada keluarga sasaran. Khususnya ibu hamil, ibu pascasalin, baduta, dan balita, melalui edukasi pola asuh serta pola makan sehat.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, tren penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Pangandaran terus menunjukkan arah yang positif. Oleh karena itu, dengan pelaksanaan Verval yang lebih ketat dan sinergi lintas sektor yang semakin solid, angka KRS dapat ditekan lebih maksimal.

“Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar kooperatif saat petugas melakukan pendataan. Serta aktif mengunjungi Posyandu secara rutin demi mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting,” ujarnya. (Kiki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |