Merawat Asa Pascabencana, Relawan PNM Salurkan Bantuan untuk Warga Aceh

2 days ago 14

harapanrakyat.com,- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menerjunkan tim relawan ke lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang tanah Rencong. Meski air telah surut dan jejak lumpur mulai mengering, sisa-sisa nestapa masih membekas nyata di wajah Aceh Tamiang, Peureulak, Kota Langsa, hingga Kabupaten Pidie dan Bireuen.

Baca Juga: Pemerintah dan Swasta Kerahkan Alat Berat ke Daerah Terisolir Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

Bukan sekadar menyalurkan bantuan logistik, para relawan ini bergerak menyusuri gang-gang sempit. Mereka mendatangi rumah-rumah warga, hingga mengunjungi titik pengungsian yang masih dihuni oleh masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Sebelum bencana terjadi, sebagian besar dari mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan sebagai sumber penghasilan utama keluarga. Namun, banjir yang datang secara tiba-tiba merendam tempat tinggal sekaligus lokasi usaha. Peralatan rusak, stok dagangan hilang, dan aktivitas ekonomi terhenti hingga kini.

“Kami melihat sendiri di lapangan bahwa sebulan setelah kejadian, banyak masyarakat dan nasabah kami yang masih berjuang keras. Dampak bencana ini tidak langsung hilang saat air surut,” kata Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, saat dihubungi harapanrakyat.com, Selasa (30/12/2025).

Relawan PNM Bawa Harapan Pelaku Usaha Mikro Aceh untuk Bangkit Pascabanjir

Menurutnya, bahwa ketiadaan modal untuk memulai kembali (start-over) menjadi kendala utama. Tanpa intervensi yang berkelanjutan, proses pemulihan bagi keluarga prasejahtera ini diprediksi akan berjalan sangat lambat.

“Kami harap dengan kehadiran relawan dapat membantu meringankan beban korban bencana. Sekaligus juga, memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” tambah Dodot.

Ia menegaskan, bahwa perhatian PNM tidak akan berhenti pada pemberian bantuan darurat saja. Melainkan terus mendampingi nasabah hingga ekosistem usaha mereka pulih sediakala.

Baca Juga: IPDN dan Kemendagri Salurkan Rp460 Juta untuk Korban Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut

Lanjutnya menambahkan, tragedi di Aceh ini menjadi pengingat kolektif bagi semua pihak. Bahwa mitigasi pascabencana bagi masyarakat kecil adalah maraton, bukan sprint. Dampak ekonomi bagi warga dengan penghasilan harian memiliki efek domino yang panjang, mulai dari pemenuhan gizi keluarga hingga keberlanjutan pendidikan anak-anak.

“Dukungan yang mengalir dari relawan PNM menjadi salah satu bukti bahwa gotong royong adalah energi terkuat untuk membangun kembali kemandirian ekonomi dari titik nol,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |