harapanrakyat.com,- Sejak dimulainya pembangunan underpass dan pemeliharaan Jembatan Pemkot, kemacetan di sejumlah titik Kota Cimahi, Jawa Barat membuat warga mengeluh, terutama pada jam-jam sibuk. Menanggapi hal itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara kesatria berani memikul tanggung jawab sepenuhnya. Ia menegaskan, kemacetan yang terjadi bukan kesalahan petugas di lapangan, tetapi kesalahan dirinya sebagai pemimpin kota.
Ngatiyana menjelaskan bahwa sejak awal, pihaknya memonitor terus seluruh perencanaan. Mulai dari persetujuan pembangunan underpass, perbaikan jembatan, hingga rekayasa lalu lintas. Bahkan, menurutnya rekayaasa lalu lintas disusun melalui rapat koordinasi yang melibatkan TNI, Polri, Dishub, dan dinas terkait.
Evaluasi pun direncanakan berjalan terus, sebelum, selama, dan setelah pemberlakuan, agar penyesuaian dapat dilakukan cepat jika situasi di lapangan berubah.
Namun pada hari pertama pemberlakuan rekayasa lalu lintas, kemacetan tak terelakkan di pusat kota. Langkah perbaikan pun segera diambil. Kemudian pada hari kedua, jalur di depan RS Dustira diubah menjadi dua arah, sehingga arus lalu lintas mulai terurai. Pemantauan berlanjut hari demi hari pagi, siang, dan sore, hingga perlahan kondisi membaik dan kepadatan berkurang.
“Sejak awal saya memimpin rapat-rapat sampai pelaksanaan program, dan ini tidak dipublikasikan karena saya ikhlas. Bahkan rapat terkait rekayasa lalin bersama TNI POLRI dan unsur lainnya pun, mengenai pemecahan 2 arah underpass Dustira itu petunjuk saya,” ungkapnya, Sabtu (22/8/2026).
Baca Juga: Warga Cimahi Mengeluh Macet Parah Akibat Dua Proyek Serentak, Adukan Nasib ke Dedi Mulyadi
Kemacetan di Cimahi Dipengaruhi Beberapa Hal
Menurut Ngatiyana, kemacetan di hari pertama dipengaruhi beberapa hal. Cimahi bukan hanya dilalui warganya sendiri, tetapi juga menjadi jalur lintasan warga Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung yang beraktivitas di antar wilayah. Banyak pengguna jalan dari luar kota belum sepenuhnya mengetahui adanya perubahan arus. Sehingga saat tiba di lokasi, mereka sempat bingung menentukan jalan alternatif dan akhirnya menumpuk.
“Meskipun sosialisasi telah dilakukan sebulan sebelumnya melalui media sosial, spanduk, dan peta rute, informasi tersebut belum sepenuhnya sampai ke semua pihak yang melintas dari luar kota. Hal ini membuat penyesuaian membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan,” tuturnya.
Di setiap persimpangan pun sudah dipasang petunjuk arah dan ditempatkan personel gabungan Dishub, Polri, dan TNI untuk memandu pengendara. Petugas telah bekerja semaksimal mungkin, namun volume kendaraan yang sangat besar membuat arus sulit langsung berjalan lancar pada hari pertama.
“Sekali lagi, kemacetan dan masalah di lapangan yang terjadi, itu kesalahan saya bukan kesalahan petugas. Saya selaku pimpinan yang memimpin kota ini yang harus bertanggung jawab. Kemarin, juga habis Jumatan saya cek lapangan muter di Cimahi, Alhamdulillah kemacetan berkurang,” kata Ngatiyana.
Atas nama pribadi dan pemerintah, Ngatiyana memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Cimahi dan pengguna jalan yang merasa tidak nyaman. Ia berjanji terus menyempurnakan pengaturan arus lalu lintas setiap hari.
“Kami membangun dengan tulus dan ikhlas, tidak mencari pujian. Yang penting nanti hasilnya bermanfaat bagi banyak orang, bagi anak cucu kita ke depannya,” tutupnya.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas di Cimahi Mulai Berlaku, Dishub Janji Evaluasi
Dukung Penuh Wali Kota Cimahi
Sementara, salah satu tokoh masyarakat Cimahi Deddy Supriadi menyampaikan dukungan penuh kepada Wali kota Cimahi untuk terus memberikan solusi atas kemacetan yang terjadi.
“Kami berterimakasih, mendukung penuh kepemimpinan pak Ngatiyana yang sudah bekerja dengan ikhlas tanpa pencitraan,” ucapnya.
Selain itu, Deddy mengajak seluruh warga Cimahi untuk tetap menilai objektif dan tetap tenang atas situasi kemacetan yang terjadi.
Baca Juga: Dilema Proyek Revitalisasi Drainase Jalan Raden Demang Cimahi, 32 Pohon Kota Terancam Terdampak
“Ini solusi untuk masa depan Cimahi, karena itu kemacetan parah merupakan hal yang tak bisa dihindarkan lagi, namun ini hanya sementara. Akan tetapi kami mengapresiasi Wali Kota Cimahi yang turun langsung ke lapangan dalam mencarikan solusi dan memecahkan masalah yang ada, seperti membuat underpass dua jalur,” ujar Deddy. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

16 hours ago
7

















































