Perjuangan almarhum Gary Iskak saat syuting film menjadi kisah yang menyentuh hati banyak pencinta perfilman Indonesia. Semangatnya tetap menyala meski kondisi kesehatan terus menurun selama proses produksi film Lastri: Arwah Kembang Desa. Dedikasi itu kembali menjadi sorotan menjelang penayangan film pada 16 Juli 2026, saat rekan kerja dan keluarga membagikan berbagai kenangan berharga.
Baca Juga: Revand Narya Rugi Miliaran Rupiah, Jalani BAP atas Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik
Banyak orang baru mengetahui bahwa Gary Iskak menjalani proses syuting dalam kondisi yang tidak ideal. Produser Joe Richard menyaksikan langsung perjuangan sang aktor selama berada di Lumajang. Kisah tersebut menunjukkan bahwa kecintaan Gary terhadap dunia akting jauh lebih besar daripada rasa lelah yang ia rasakan.
Joe Richard mengungkap fakta bahwa Gary harus membawa tabung oksigen hampir setiap malam. Tim produksi bahkan berusaha mencari tempat pengisian oksigen agar proses syuting tetap berjalan lancar. Kondisi itu menjadi bukti bahwa semangat berkarya tetap hadir hingga hari-hari terakhir kariernya.
Joe Richard mengenang momen tersebut dengan mengatakan, “Bang Gary selama syuting memang dalam kondisi yang kurang sehat. Tiap malam ia harus memakai tabung oksigen untuk membantunya napas. Kami harus keliling cari pengisian oksigen ketika habis agar ia tetap ikut syuting dengan baik.” Kutipan itu memperlihatkan besarnya perjuangan yang terjadi di balik layar.
Totalitas Memerankan Turenggo dalam Film Lastri
Perjuangan almarhum Gary Iskak saat syuting film terlihat semakin jelas ketika kamera mulai merekam adegan. Walau langkahnya terkadang terasa berat, ekspresi dan karakter yang ia tampilkan tetap kuat. Perubahan itu membuat seluruh kru merasa kagum.
Joe Richard juga membagikan kesan mendalam mengenai sikap Gary selama berada di lokasi syuting. Ia mengenang sosok yang selalu ramah kepada banyak orang meski tubuhnya membutuhkan waktu istirahat lebih banyak. Sikap rendah hati itu semakin memperkuat rasa hormat dari seluruh tim produksi.
Baca Juga: Vicky Prasetyo Bantah Telantarkan Istri, Sudah Menyiapkan 50 Juta untuk Lahiran
Film Terakhir yang Sarat Makna Emosional
Gary Iskak meninggal dunia akibat kecelakaan motor tunggal pada 29 November 2025 di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kepergiannya membuat Lastri: Arwah Kembang Desa memiliki nilai emosional yang jauh lebih besar. Film tersebut akhirnya menjadi salah satu karya terakhir yang ia tinggalkan bagi industri perfilman Indonesia.
Istri almarhum, Richa Novisha, juga membagikan kisah perjuangannya menghadapi kehilangan. 7 bulan setelah kepergian sang suami, ia masih berusaha mengatasi trauma yang muncul saat mendengar suara ambulans. Kenangan itu masih sangat membekas dalam kehidupan sehari-harinya.
Warisan Dedikasi untuk Perfilman Indonesia
Film Lastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar menghadirkan kisah horor. Sutradara Hendri Tivo memilih membangun suasana mencekam melalui kekuatan cerita dan drama yang menyentuh. Pendekatan itu membuat penampilan Gary Iskak semakin terasa penting dalam keseluruhan alur film.
Baca Juga: Demam dan Muntah, Kedua Anak Chelsea Olivia Sakit Sampai Didoakan Romo
Dedikasi Gary Iskak membuktikan bahwa seorang aktor tidak hanya meninggalkan karya, tetapi juga teladan tentang tanggung jawab dan kecintaan terhadap profesinya. Hingga kini, perjuangan almarhum Gary Iskak saat syuting film tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang yang menghargai arti profesionalisme. Kenangan itu akan terus hidup bersama karya terakhirnya, sekaligus mengingatkan publik pada perjuangan almarhum Gary Iskak saat syuting film. (R10/HR-Online)

8 hours ago
7

















































