Sosok Moch Haerul Ihsan: Pelopor Bank Sampah Tasikmalaya dan Revolusi Ekologi dari Sungai Cimulu

2 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari layar kaca. Bagi Moch Haerul Ihsan, tayangan talkshow ‘Kick Andy’ menjadi titik balik yang mengubah hidupnya secara drastis. Ia memilih meninggalkan karier mapan di Astra Honda Motor Jakarta untuk pulang ke tanah kelahirannya demi sebuah misi sosial, mengelola sampah di Kota Tasikmalaya.

Kini, pria kelahiran Ciamis, Oktober 1978 ini dikenal sebagai tokoh inspiratif dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum.

Titik Balik Moch Haerul Ihsan dan Ironi Sampah di Sungai Cimulu Tasikmalaya

Baca Juga: Kisah Inspiratif Deviani: Mengolah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme yang Kaya Manfaat di Tasikmalaya

Keputusan Ihsan untuk “resign” pada tahun 2014 bukan tanpa persiapan. Ia sempat “berguru” manajemen sampah ke Bank Sampah Induk Ciamis.

Momentum pembuktiannya hadir saat pandemi Covid-19 tahun 2020. Di saat mobilitas terbatas, Ihsan justru melihat kondisi Sungai Cimulu di depan rumahnya memprihatinkan karena tumpukan sampah.

“Ketika orang lain tiarap (karena pandemi), saya justru memilih bergerak mendirikan Bank Sampah Induk tingkat kelurahan,” kenangnya saat berbincang dengan Harapan Rakyat, Sabtu (11/7/2026).

Moch Haerul Ihsan memuai gerakan tersebut dengan melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah, hingga berhasil merangkul 7 RW untuk bergerak bersama.

Strategi 3E: Edukasi, Ekologi, baru Ekonomi

Sebagai Ketua Asosiasi Bank Sampah Kota Tasikmalaya, Ihsan menerapkan pakem sosiologis yang unik melalui konsep 3E, yakni Edukasi, Ekologi, baru Ekonomi.

Ia menegaskan bahwa bank sampah bukan sekadar tempat mencari uang, melainkan instrumen edukasi agar masyarakat memilah sampah di hulu.

Baca Juga: Kota Tasikmalaya Dikepung 333 Ton Sampah per Hari, DLH Dorong Pengurangan Berbasis Wilayah

Karena menurtnya, banyak gerakan lingkungan gagal lantaran terlalu berorientasi pada uang di awal. “Tujuan utama kita adalah edukasi dan ekologi, baru ekonomi,” tegas Ihsan.

Ia membuktikan bahwa dengan pemilahan yang detail, nilai ekonomis sampah akan meningkat pesat. Sebagai contoh, botol plastik (PET) kotor dihargai Rp 1.500/kg. Namun jika sudah bersih dan memisahkan labelnya (PET Bersih), harganya melonjak menjadi Rp 5.000/kg.

Serapan Sampah Naik hingga 18 Persen

Konsistensi Moch Haerul Ihsan membuahkan hasil statistik yang signifikan bagi Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), persentase serapan sampah oleh bank sampah meningkat tajam dari hanya 2 persen pada 2018, menjadi 18 persen pada 2024.

Angka tersebut hasil dari sekitar 60 bank sampah aktif yang berkolaborasi dengan DLH Kota Tasikmalaya. Ihsan sendiri telah membidani lahirnya 6 kelompok bank sampah tingkat kelurahan dan menginisiasi puluhan lainnya di berbagai wilayah.

Baca Juga: Atasi Masalah Sampah, Begini Cara Mahasiswa KKN Unsil Tasikmalaya Edukasi Penanganan dari Hulu sampai ke Hilir

Dedikasi Ihsan telah diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Juara Bank Sampah Se-Kota Tasikmalaya (2021), Anugerah Raksa Persada dari Gubernur Jawa Barat (2023). Serta penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan dari Walikota Tasikmalaya (2026).

Menatap masa depan, Moch Haerul Ihsan mendorong penguatan Kolaborasi Pentahelix, sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media massa. Ia menitipkan harapan agar pemerintah daerah meningkatkan perhatian pada kapasitas keterampilan pengelola dan menjaga kestabilan ekonomi berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) demi keberlanjutan Kota Resik. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |