Waktu bergulir semakin sempit bagi Persija Jakarta. Menatap ketatnya persaingan kompetisi Super League 2026/2027 yang dijadwalkan resmi dimulai pada 4 September 2026, Macan Kemayoran dihadapkan pada pekerjaan rumah. Pelatih kepala Shin Tae-yong (STY) harus segera merampungkan komposisi skuad final, di tengah tanda tanya besar yang menyelimuti masa depan gelandang asal Brasil, Van Basty Souza, serta proses pemulihan cedera winger asal Korea Selatan, Kwon Chang-hoon.
Hingga saat ini, manajemen klub kebanggaan Jakmania tersebut belum memberikan pengumuman resmi mengenai perpanjangan kontrak atau kepastian status Van Basty. Situasi ini memunculkan spekulasi luas di kalangan pecinta sepak bola nasional. Terlebih sang pemain tidak diikutsertakan dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2026 maupun agenda pemusatan latihan (training camp) di Thailand.
Nasib Van Basty Souza di Persija
Ketidakhadiran pemain asal Brasil ini kembali terlihat nyata, ketika Persija menjamu klub Australia, Brisbane Roar, dalam laga uji coba internasional di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026). Gelandang bernomor andalan itu lagi-lagi absen dari daftar susunan pemain.
Kendati demikian, batang hidung sang pemain masih tampak dalam sesi latihan rutin tim ibu kota. Fakta ini mengindikasikan bahwa pemain berusia matang tersebut masih berada di bawah pantauan langsung tim pelatih.
Sepanjang musim kompetisi 2025/2026 lalu, Van Basty Souza sejatinya merupakan salah satu pilar lini tengah. Di musim lalu, ia mencatatkan 29 penampilan, membukukan satu gol, tiga assist, serta mengoleksi lima kartu kuning.
Menanggapi spekulasi yang berkembang di ruang publik, STY akhirnya buka suara di hadapan awak media. Juru taktik asal Negeri Ginseng tersebut mengakui, bahwa manajemen dan tim pelatih membutuhkan waktu ekstra untuk mengevaluasi kontribusi sang pemain secara mendalam.
Disinggung mengenai masa depan gelandang asal Brasil tersebut, STY tidak menampik bahwa pihaknya membutuhkan waktu ekstra. Ia menyebutkan secara tersirat, bahwa manajemen dan tim pelatih masih mendiskusikan kelanjutan nasib Van Basty. “Kami sekarang masih memikirkan dan mempertimbangkanya dengan cukup serius,” jelasnya kepada awak media, Minggu (30/8/2026).
Pemulihan Kwon Chang-hoon dan Ambisi Juara
Selain polemik Van Basty Souza, fokus kepelatihan Persija juga tertuju pada ruang perawatan tim. Winger lincah asal Korea Selatan, Kwon Chang-hoon, dipastikan belum bisa bergabung dalam latihan penuh bersama rekan-rekan setimnya akibat cedera otot.
Masalah fisik tersebut mendera Kwon, ketika bertanding di babak penyisihan Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Bali. Akibat cedera tersebut, mantan pemain tim nasional Korea Selatan itu harus rela melewatkan program pemusatan latihan di Thailand. Selain itu juga, fokus menjalani terapi pemulihan di Jakarta.
Kendati demikian, angin segar mulai berhembus. Shin Tae-yong memberikan kabar positif, bahwa proses rehabilitasi sang pemain menunjukkan progres dan kini sudah mendekati garis akhir.
STY memastikan, proses rehabilitasi pemain Korea Selatan ini menunjukkan tren positif, dan kini sudah berada di kisaran 70 persen penyembuhan.
Waktu persiapan yang tersisa ini, dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran pelatih untuk mematangkan taktik, fisik, dan mental bertanding. Langkah cepat dan keputusan taktis yang akurat dari Shin Tae-yong sangat dinantikan. Mengingat ekspektasi publik ibu kota dan jutaan suporter setianya, Jakmania, sangat tinggi pada musim ini.
Karena itu, setiap keputusan mengenai komposisi pemain, termasuk masa depan Van Basty Souza dan kesiapan Kwon Chang-hoon, menjadi bagian penting dari strategi STY dalam membangun skuad Macan Kemayoran. (Adi/R5/HR-Online)

14 hours ago
15

















































